A. KOMPONEN OTOMASI INDUSTRI
- Push Button NO
- Push Button NC
- Emergency Stop
- Selector Switch
- Key Selector Swit
- Komponen kontrol dasar
- Relay & kontaktor
- Sensor
- PLC
- HMI
- Motor & penggerak
- Pneumatik
- Hidrolik
- Inverter/VFD
- Komponen panel listrik
B. Relay, Kontaktor, dan Komponen Kontrol
6. Relay Kontrol
Berfungsi sebagai sakelar elektromagnetik untuk mengendalikan rangkaian listrik.
7. Relay Timer
Berfungsi memberikan waktu tunda pada proses pengaktifan atau pemutusan rangkaian.
8. Relay Overload
Berfungsi melindungi motor dari beban arus yang berlebihan.
9. Kontaktor Magnet
Berfungsi menghubungkan dan memutuskan daya listrik untuk beban seperti motor.
10. Auxiliary Contact
Berfungsi sebagai kontak bantu untuk rangkaian kontrol dan interlock.
11. Thermal Overload Relay
Berfungsi melindungi motor dari kondisi beban lebih.
12. Circuit Breaker (MCB)
Berfungsi melindungi rangkaian dari arus lebih dan hubungan singkat.
13. MCCB
Berfungsi sebagai pengaman dan pemutus rangkaian dengan kapasitas arus yang lebih besar.
14. Fuse
Berfungsi melindungi rangkaian dengan cara memutus arus ketika terjadi arus berlebih.
15. Power Supply 24 VDC
Berfungsi menyediakan tegangan DC untuk PLC, sensor, relay, dan perangkat kontrol.
C. Sensor Industri
16. Proximity Sensor Induktif
Berfungsi mendeteksi benda logam tanpa kontak langsung.
17. Proximity Sensor Kapasitif
Berfungsi mendeteksi benda logam maupun nonlogam.
18. Photoelectric Sensor
Berfungsi mendeteksi objek menggunakan cahaya.
19. Sensor Infrared
Berfungsi mendeteksi objek berdasarkan pancaran atau pantulan inframerah.
20. Ultrasonic Sensor
Berfungsi mendeteksi objek atau mengukur jarak menggunakan gelombang ultrasonik.
21. Limit Switch
Berfungsi mendeteksi posisi atau batas pergerakan suatu mekanisme.
22. Pressure Sensor
Berfungsi mengukur tekanan dalam suatu sistem.
23. Pressure Switch
Berfungsi memberikan sinyal ketika tekanan mencapai nilai tertentu.
24. Temperature Sensor
Berfungsi mendeteksi atau mengukur temperatur.
25. Thermocouple
Berfungsi mengukur suhu berdasarkan perubahan tegangan akibat perbedaan temperatur.
26. RTD
Berfungsi mengukur suhu dengan memanfaatkan perubahan resistansi.
27. Level Sensor
Berfungsi mendeteksi atau mengukur ketinggian bahan atau cairan.
28. Flow Sensor
Berfungsi mendeteksi atau mengukur aliran fluida.
29. Encoder
Berfungsi memberikan informasi posisi, kecepatan, atau arah putaran.
30. Magnetic Sensor
Berfungsi mendeteksi keberadaan atau posisi benda berdasarkan medan magnet.
D. PLC dan Perangkat Pemrograman
31. PLC
Berfungsi mengendalikan proses mesin atau sistem otomasi berdasarkan program.
32. CPU PLC
Berfungsi menjalankan program dan memproses data pada sistem PLC.
33. Digital Input Module
Berfungsi menerima sinyal digital dari sensor atau perangkat input.
34. Digital Output Module
Berfungsi mengirimkan sinyal digital untuk mengendalikan perangkat luar.
35. Analog Input Module
Berfungsi menerima sinyal analog seperti 0–10 V atau 4–20 mA.
36. Analog Output Module
Berfungsi menghasilkan sinyal analog untuk mengendalikan perangkat tertentu.
37. PLC Expansion Module
Berfungsi menambah kemampuan input, output, atau fungsi tertentu pada PLC.
38. PLC Communication Module
Berfungsi menyediakan komunikasi antara PLC dengan perangkat lain.
39. PLC Programming Cable
Berfungsi menghubungkan komputer dengan PLC untuk pemrograman dan konfigurasi.
40. PLC Memory Module
Berfungsi menyimpan program atau data PLC sesuai jenis perangkatnya.
41. HMI
Berfungsi sebagai antarmuka untuk memantau dan mengoperasikan mesin.
42. SCADA
Berfungsi memantau, mengendalikan, dan mengumpulkan data dari sistem industri.
43. Industrial Ethernet Switch
Berfungsi menghubungkan beberapa perangkat dalam jaringan komunikasi industri.
44. Communication Gateway
Berfungsi menghubungkan perangkat atau jaringan dengan protokol komunikasi yang berbeda.
45. Operator Panel
Berfungsi menyediakan sarana bagi operator untuk mengontrol dan memantau mesin.
E. Motor dan Penggerak
46. Motor Induksi 3 Fasa
Berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk menggerakkan mesin.
47. Motor Induksi 1 Fasa
Berfungsi menggerakkan peralatan menggunakan sumber listrik satu fasa.
48. Servo Motor
Berfungsi menghasilkan gerakan dengan pengaturan posisi, kecepatan, atau torsi yang presisi.
49. Servo Drive
Berfungsi mengendalikan servo motor sesuai perintah sistem kontrol.
50. Stepper Motor
Berfungsi menghasilkan gerakan berdasarkan langkah atau pulsa yang diberikan.
51. Stepper Driver
Berfungsi mengatur arus dan gerakan stepper motor.
52. Inverter / VFD
Berfungsi mengatur kecepatan motor AC dengan mengubah frekuensi dan tegangan.
53. Soft Starter
Berfungsi mengurangi arus awal dan hentakan mekanis ketika motor mulai bekerja.
54. Motor Brake
Berfungsi membantu menghentikan atau menahan putaran motor.
55. Gear Motor
Berfungsi menghasilkan putaran dengan kecepatan dan torsi yang disesuaikan melalui gearbox.
F. Pneumatik
56. Air Compressor
Berfungsi menghasilkan udara bertekanan untuk sistem pneumatik.
57. Air Filter
Berfungsi menyaring kotoran dan partikel dari udara bertekanan.
58. Regulator Pneumatik
Berfungsi mengatur tekanan udara sesuai kebutuhan sistem.
59. Lubricator
Berfungsi memberikan pelumasan pada komponen pneumatik tertentu.
60. Solenoid Valve
Berfungsi mengatur aliran udara menggunakan sinyal listrik.
61. Pneumatic Cylinder
Berfungsi mengubah energi udara bertekanan menjadi gerakan mekanis.
62. Pneumatic Rotary Actuator
Berfungsi menghasilkan gerakan putar menggunakan udara bertekanan.
63. Flow Control Valve
Berfungsi mengatur kecepatan gerakan aktuator pneumatik.
64. Check Valve Pneumatik
Berfungsi mengatur aliran udara agar hanya mengalir pada arah tertentu.
65. Pneumatic Fitting
Berfungsi menghubungkan selang dan komponen dalam sistem pneumatik.
G. Hidrolik
66. Hydraulic Pump
Berfungsi menghasilkan aliran oli bertekanan untuk sistem hidrolik.
67. Hydraulic Cylinder
Berfungsi mengubah energi hidrolik menjadi gerakan linear.
68. Hydraulic Motor
Berfungsi mengubah energi hidrolik menjadi gerakan putar.
69. Hydraulic Solenoid Valve
Berfungsi mengendalikan arah aliran oli menggunakan sinyal listrik.
70. Hydraulic Pressure Switch
Berfungsi memberikan sinyal berdasarkan tekanan sistem hidrolik.
71. Hydraulic Pressure Gauge
Berfungsi menampilkan tekanan pada sistem hidrolik.
72. Hydraulic Filter
Berfungsi menyaring kotoran dari oli hidrolik.
73. Hydraulic Reservoir
Berfungsi menyimpan fluida hidrolik yang digunakan dalam sistem.
74. Flow Control Valve Hidrolik
Berfungsi mengatur laju aliran fluida hidrolik.
75. Relief Valve
Berfungsi membatasi tekanan agar sistem tetap berada pada batas yang ditentukan.
H. Komponen Panel dan Kelistrikan
76. Terminal Block
Berfungsi sebagai titik sambungan kabel dalam panel kontrol.
77. DIN Rail
Berfungsi sebagai dudukan berbagai komponen pada panel listrik.
78. Cable Duct
Berfungsi merapikan dan melindungi jalur kabel di dalam panel.
79. Panel Box
Berfungsi melindungi komponen kontrol dan kelistrikan dari lingkungan luar.
80. Cooling Fan Panel
Berfungsi membantu menjaga temperatur di dalam panel.
81. Panel Heater
Berfungsi menjaga temperatur dan membantu mencegah kondensasi di dalam panel.
82. Indicator Lamp
Berfungsi memberikan informasi visual mengenai kondisi atau status mesin.
83. Buzzer
Berfungsi memberikan tanda atau peringatan berupa suara.
84. Selector Switch
Berfungsi memilih mode operasi atau fungsi tertentu pada sistem kontrol.
85. Voltmeter Panel
Berfungsi menampilkan nilai tegangan listrik.
86. Ammeter Panel
Berfungsi menampilkan nilai arus listrik.
87. Current Transformer (CT)
Berfungsi menurunkan atau mendeteksi arus untuk pengukuran dan proteksi.
88. Control Transformer
Berfungsi menyediakan tegangan kontrol sesuai kebutuhan rangkaian.
89. Surge Protection Device (SPD)
Berfungsi membantu melindungi perangkat listrik dari lonjakan tegangan.
90. Grounding Bar
Berfungsi sebagai titik sambungan sistem pembumian dalam panel.
I. Komponen Otomasi dan Keselamatan
91. Safety Relay
Berfungsi memproses sinyal perangkat keselamatan pada mesin.
92. Safety Light Curtain
Berfungsi mendeteksi keberadaan objek atau orang pada area yang dilindungi.
93. Safety Door Switch
Berfungsi mendeteksi kondisi pintu atau pelindung mesin.
94. Safety Scanner
Berfungsi memantau area tertentu untuk mendeteksi objek yang masuk ke zona pengamanan.
95. Industrial Robot
Berfungsi melakukan pekerjaan otomatis seperti pemindahan, perakitan, atau proses produksi.
96. Robotic Gripper
Berfungsi mencengkeram dan memindahkan benda menggunakan robot.
97. Weighing Controller
Berfungsi mengolah sinyal dari sistem penimbangan untuk kebutuhan kontrol.
98. PID Controller
Berfungsi mengatur proses berdasarkan parameter kontrol seperti temperatur, tekanan, atau kecepatan.
99. Data Logger
Berfungsi merekam dan menyimpan data proses untuk pemantauan dan analisis.
100. Industrial IoT Gateway
Berfungsi menghubungkan perangkat atau mesin industri dengan sistem jaringan dan pengolahan data.
Penutup
Alat Otomasi Industri