STAR DELTA KE PLC DAN INVERTER

Kontaktor + timer → PLC + timer → PLC + inverter.

Untuk PLC Omron CP1E, instruksi timer TIM memang menggunakan basis waktu 0,1 detik pada konfigurasi standar; dokumentasi resmi Omron juga memberikan contoh penggunaan timer dan wiring output. Omron+1

1. Star-Delta konvensional — sebelum PLC

Strukturnya:

                 ┌──────────────┐
                 │ TIMER ON     │
                 │ DELAY        │
                 └──────┬───────┘
                        │
START ──► KONTAKTOR ────┼──► STAR
                        │
                        └──► DELTA

Komponen kontrol utamanya:

  • Push button START
  • Push button STOP
  • Kontaktor utama (KM1)
  • Kontaktor STAR (KM2)
  • Kontaktor DELTA (KM3)
  • Timer ON-delay (KT)
  • Overload relay
  • Interlock mekanis/elektris antara STAR dan DELTA

Urutannya:

START
  ↓
KM1 ON
  ↓
KM2 ON
  ↓
Motor STAR
  ↓
Timer berjalan
  ↓
Timer selesai
  ↓
KM2 OFF
  ↓
jeda perpindahan
  ↓
KM3 ON
  ↓
Motor DELTA

Inilah sistem yang sangat bagus untuk dipelajari sebelum masuk PLC, karena dapat melihat bahwa sebuah fungsi PLC sebenarnya menggantikan banyak fungsi logika relay/kontaktor.


2. Star-Delta menggunakan PLC

Kontaktor masih digunakan untuk bagian daya, tetapi logika pengendaliannya dipindahkan ke PLC.

Konsepnya:

START
  │
  ▼
┌─────────┐
│   PLC   │
│         │
│ TIMER   │
│ LOGIC   │
└────┬────┘
     │
     ├────────► KM1 MAIN
     │
     ├────────► KM2 STAR
     │
     └────────► KM3 DELTA

Jadi:

PLC menggantikan logika kontrol timer/relay, bukan menggantikan kontaktor daya motor.


3. Contoh alamat PLC Omron

Kita bisa menggunakan contoh berikut untuk latihan:

AlamatFungsi
0.00START NO
0.01STOP NC
0.02Overload NC
100.00KM1 MAIN
100.01KM2 STAR
100.02KM3 DELTA
T000Timer Star-Delta

Alamat ini adalah alamat latihan dan harus disesuaikan dengan PLC Omron yang digunakan.


4. Logika Ladder Star-Delta

Secara konsep:

Rung 1 — Main Contactor

|----[/ STOP ]----[/ OL ]----+----[ START ]----( KM1 )
|                            |
|                            +----[ KM1 ]------|

Ini adalah self-holding.

Satu kontak → satu coil → self-holding.

Sekarang kita gunakan konsep yang sama untuk mesin yang lebih kompleks.


5. Rung 2 — Timer ON Delay

Misalnya kita ingin motor berada pada STAR selama 5 detik:

|----[ KM1 ]------------------------( TIM T000 #0050 )

Pada Omron CP1E, #0050 dengan timer standar berarti 5,0 detik, karena basis waktunya 0,1 detik. Omron

Jadi:

#0050 = 5,0 detik
#0100 = 10,0 detik
#0300 = 30,0 detik

Untuk praktik sebenarnya, waktu harus ditentukan berdasarkan karakteristik motor dan beban.


6. Rung 3 — Kontaktor STAR

|----[ KM1 ]----[/ T000 ]----[/ KM3 ]----( KM2 )

Artinya:

Selama:

  • KM1 ON,
  • timer belum selesai,
  • KM3 tidak aktif,

maka:

KM2 STAR ON.


7. Rung 4 — Kontaktor DELTA

|----[ KM1 ]----[ T000 ]----[/ KM2 ]----( KM3 )

Ketika timer selesai:

T000 = ON

maka:

KM2 STAR = OFF
KM3 DELTA = ON

Perhatikan adanya interlock:

KM2 ──[/]── KM3
KM3 ──[/]── KM2

Ini sangat penting.

STAR dan DELTA tidak boleh aktif bersamaan.

Pada sistem nyata, gunakan interlock elektris dan mekanis yang sesuai; jangan hanya mengandalkan software PLC.


8. Urutan lengkap

Sekarang kita bisa melihat seluruh proses:

             START
               │
               ▼
          KM1 MAIN ON
               │
               ▼
          TIMER START
               │
               ▼
          KM2 STAR ON
               │
          5 detik
               │
               ▼
          TIMER DONE
               │
               ▼
          KM2 STAR OFF
               │
        perpindahan aman
               │
               ▼
          KM3 DELTA ON
               │
               ▼
          MOTOR RUN DELTA

Inilah inti Star-Delta.


9. Mengapa harus STAR dahulu?

Pada saat motor mulai berputar, kita ingin mengurangi arus start dibandingkan starting langsung.

Konfigurasi STAR digunakan pada tahap awal, kemudian setelah motor mencapai kondisi yang sesuai, sistem berpindah ke DELTA.

Tetapi ada syarat penting:

Motor harus memang dirancang untuk digunakan pada konfigurasi Star-Delta pada tegangan jaringan yang digunakan.

Jangan menentukan sambungan STAR/DELTA hanya berdasarkan asumsi.

Periksa nameplate motor terlebih dahulu.


10. Perbandingan sebelum PLC dan setelah PLC

Sistem lamaSistem PLC
Push buttonInput PLC
Relay bantuInternal bit/logic PLC
Timer fisikTimer PLC
KontaktorOutput PLC → kontaktor
Interlock relayLogic PLC + interlock fisik
Wiring kontrol banyakWiring kontrol lebih sederhana
Modifikasi perlu perubahan wiringBanyak perubahan cukup melalui program
Troubleshooting menggunakan relay/wiringMonitoring Ladder + wiring

Ini salah satu alasan PLC menjadi sangat kuat di industri.


11. Lalu bagaimana dengan PLC + inverter?

Nah, ini bagian yang paling menarik untuk perbandingan.

Pada sistem PLC + inverter:

          PLC
           │
           │ RUN
           ▼
       ┌─────────┐
       │ INVERTER│
       └────┬────┘
            │
          U V W
            │
            ▼
          MOTOR

Di sini tidak diperlukan perpindahan kontaktor STAR ke DELTA untuk starting seperti sistem konvensional jika inverter digunakan sebagai pengendali kecepatan/start motor sesuai desainnya.

Inverter melakukan pengaturan start motor melalui parameter seperti:

  • acceleration time,
  • deceleration time,
  • frequency reference,
  • motor parameters,
  • current/protection settings.

Jadi konsepnya berubah:

STAR-DELTA KONVENSIONAL

PLC/Timer
   ↓
KM1
   ↓
STAR
   ↓
DELTA
   ↓
Motor

menjadi:

PLC + INVERTER

PLC
 ↓
RUN command
 ↓
INVERTER
 ↓
frequency ramp
 ↓
MOTOR

12. Perbandingan tiga generasi

GENERASI 1
KONTAKTOR + TIMER

START
 ↓
KM1
 ↓
STAR
 ↓
TIMER
 ↓
DELTA
 ↓
MOTOR
GENERASI 2
PLC + KONTAKTOR

START
 ↓
PLC
 ↓
TIMER PLC
 ↓
KM1 + KM2 + KM3
 ↓
MOTOR
GENERASI 3
PLC + INVERTER

START
 ↓
PLC
 ↓
RUN COMMAND
 ↓
INVERTER
 ↓
U-V-W
 ↓
MOTOR

Dan dari sini siswa dapat melihat perkembangan teknologi kontrol industri.


13. Hal yang sangat penting untuk dipahami

Star-Delta dan inverter bukan sekadar dua cara yang bisa dipasang sembarangan.

Pada sistem Star-Delta:

PLC → kontaktor → motor

Pada sistem inverter:

PLC → input kontrol inverter → inverter → motor

Konfigurasi daya motor, terminal, proteksi, dan metode starting harus dirancang sesuai perangkat yang digunakan.

Untuk koneksi inverter tertentu, terminal RUN/FWD dan COM berbeda-beda antarproduk, sehingga saya tidak ingin memberikan nomor terminal yang belum kita ketahui.


Dan saya sangat menyarankan satu langkah berikutnya

Kalau sahabatku ingin membuat modul yang benar-benar bisa dipakai di bengkel/kelas, kirimkan kepada saya:

  1. Tipe PLC Omron — misalnya CP1E-N30DR-A.
  2. Tipe inverter — misalnya Mitsubishi, Omron, Delta, Yaskawa, dll.
  3. Tipe/nameplate motor — foto nameplate juga boleh.

Setelah itu saya bisa susun Modul Praktik Star-Delta lengkap dalam tiga bagian:

A. Star-Delta konvensional

  • Wiring daya
  • Wiring kontrol
  • START/STOP
  • KM1/KM2/KM3
  • Timer ON-delay
  • Interlock
  • Urutan kerja

B. Star-Delta dengan PLC Omron

  • Tabel I/O
  • Wiring input
  • Wiring output
  • Ladder setiap rung
  • Timer Omron
  • Self-holding
  • Interlock
  • Simulasi dan troubleshooting

C. PLC + Inverter + Motor

  • Wiring PLC ke terminal kontrol inverter
  • Setting sumber RUN
  • Setting frekuensi
  • Acceleration/deceleration
  • Ladder PLC
  • Simulasi START/STOP
  • Troubleshooting PLC → inverter → motor

memulai masuk ke modul

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top