TABEL KEBENARAN

Pembahasan mengenai Tabel Kebenaran (Truth Table) dan Aljabar Boole ini pasti akan menjadi artikel yang sangat seru, interaktif, dan dicari banyak orang karena merupakan fondasi utama logika digital dalam PLC [lL5sgy.png].


Memahami Tabel Kebenaran & Aljabar Boole pada PLC (Bahasa Ladder)

Sahabat otomasi, setelah kita memahami bentuk fisik kontak NO dan NC pada artikel sebelumnya, sekarang kita akan membedah “otak” dari logika tersebut menggunakan Tabel Kebenaran dan Hukum Boole.

Dalam dunia PLC, logika hanya mengenal dua kondisi:

  • 0 (OFF / Salah / Tidak Aktif / Arus Terputus)
  • 1 (ON / Benar / Aktif / Arus Mengalir)

Berikut adalah tabel kebenaran lengkap untuk setiap gerbang logika beserta aplikasinya pada diagram Ladder:

Bagian 1: Tabel Kebenaran Gerbang Logika Dasar

1. Gerbang AND (Logika Seri)

Gerbang ini bekerja seperti dua sakelar yang dipasang berurutan. Arus hanya mengalir jika sakelar A DAN sakelar B sama-sama ditutup.

Input AInput BOutput (Y)Kondisi Kontak PLC
000A (Terbuka), B (Terbuka) $\rightarrow$ Mati
100A (Ditutup), B (Terbuka) $\rightarrow$ Mati
010A (Terbuka), B (Ditutup) $\rightarrow$ Mati
111A (Ditutup), B (Ditutup) $\rightarrow$ Menyala
  • Persamaan Boole: $Y = A \cdot B$

2. Gerbang OR (Logika Paralel)

Gerbang ini memberikan jalan alternatif. Output akan menyala jika sakelar A ATAU sakelar B ditutup.

Input AInput BOutput (Y)Kondisi Kontak PLC
000Kedua jalur terputus $\rightarrow$ Mati
101Jalur A mengalirkan arus $\rightarrow$ Menyala
011Jalur B mengalirkan arus $\rightarrow$ Menyala
111Kedua jalur mengalirkan arus $\rightarrow$ Menyala
  • Persamaan Boole: $Y = A + B$

Bagian 2: Tabel Kebenaran Gerbang Logika Kombinasi (Sangat Seru!)

Di sinilah logika pemrograman mulai menantang dan sering digunakan untuk sistem pengaman (safety interlock) mesin industri.

1. Gerbang XOR (Exclusive OR)

Logika Unik: Output hanya akan bernilai 1 jika kedua inputnya berbeda. Jika inputnya sama (sama-sama 0 atau sama-sama 1), output justru mati.
Aplikasi PLC: Digunakan pada sakelar lampu tangga (bisa dinyalakan/dimatikan dari lantai 1 maupun lantai 2 secara bergantian).

Input AInput BOutput (Y)Arti Logika
000Kedua sakelar posisinya sama $\rightarrow$ Lampu Mati
101Sakelar A diubah posisinya $\rightarrow$ Lampu Menyala
011Sakelar B diubah posisinya $\rightarrow$ Lampu Menyala
110Kedua sakelar ditekan bersamaan $\rightarrow$ Lampu Mati
  • Persamaan Boole: $Y = (A \cdot \overline{B}) + (\overline{A} \cdot B)$
  • Desain Ladder: Baris paralel berisi (NO A seri NC B) di cabang atas, dan (NC A seri NO B) di cabang bawah.

2. Gerbang XNOR (Exclusive NOR)

Kebalikan dari XOR. Output justru akan aktif (1) jika kedua input berada dalam kondisi yang sama.
Aplikasi PLC: Digunakan untuk sistem deteksi sinkronisasi atau komparator (memastikan dua sensor harus aktif bersamaan atau mati bersamaan demi keamanan).

Input AInput BOutput (Y)Arti Logika
001Keduanya sama-sama OFF $\rightarrow$ Aman/Aktif
100Salah satu sensor tidak sinkron $\rightarrow$ Bahaya/Mati
010Salah satu sensor tidak sinkron $\rightarrow$ Bahaya/Mati
111Keduanya sama-sama ON $\rightarrow$ Aman/Aktif
  • Persamaan Boole: $Y = (A \cdot B) + (\overline{A} \cdot \overline{B})$
  • Desain Ladder: Baris paralel berisi (NO A seri NO B) di cabang atas, dan (NC A seri NC B) di cabang bawah.

Tips untuk Siswa SMK & Teknisi Pabrik

Saat merancang Ladder Diagram, selalu gunakan hukum penyederhanaan Boole yang telah kita bahas sore tadi. Menyederhanakan gerbang logika berarti mengurangi jumlah kontak NO/NC di dalam program. Hasilnya:

  1. Program PLC menjadi lebih bersih dan mudah dibaca.
  2. Waktu pemindaian (scan time) mikroprosesor PLC menjadi lebih cepat.
  3. Meminimalisir kesalahan pelacakan kerusakan (troubleshooting) saat mesin pabrik mengalami gangguan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top