POWER SUPPLY

power supply PLC mulai dari fungsi, jenis tegangan, sampai cara membaca wiring diagram power supply PLC dengan bahasa yang mudah dipahami siswa SMK.

Power Supply pada PLC

Power supply adalah bagian yang menyediakan sumber tegangan listrik yang dibutuhkan oleh PLC agar CPU, modul input/output, dan rangkaian elektronik di dalam PLC dapat bekerja.

Pada praktiknya, kita perlu membedakan tegangan yang masuk ke PLC dengan tegangan yang digunakan oleh sensor dan aktuator. Tidak semua PLC memiliki konfigurasi power supply yang sama, sehingga terminal harus selalu mengikuti diagram dari tipe PLC yang digunakan.

1. Contoh alur power supply PLC

Untuk PLC yang menggunakan sumber AC 220 V dan memiliki power supply internal, gambaran sederhananya:

       SUMBER AC 220 V
        L        N
        │        │
      [MCB / Pengaman]
        │        │
      [Fuse]    [Fuse]
        │        │
        └───┬────┘
            │
        ┌─────────┐
        │   PLC   │
        │ POWER   │
        │ SUPPLY  │
        └─────────┘
            │
            │
       CPU PLC bekerja

Secara sederhana:

AC 220 V → Pengaman → Terminal power PLC → Power supply internal → CPU dan rangkaian PLC

Namun, jangan langsung menerapkan gambar umum tersebut sebagai wiring nyata. Posisi terminal L, N, PE, DC+, DC−, dan terminal lainnya berbeda-beda menurut merek dan tipe PLC.

2. Terminal yang biasanya ditemukan

Pada sebuah panel PLC, kita dapat menemukan beberapa terminal yang umum, misalnya:

  • L = Line/Phase AC
  • N = Neutral
  • PE atau ⏚ = Protective Earth/grounding pengaman
  • +24 V = tegangan DC positif
  • 0 V / M = DC negatif atau common
  • DC+ / DC− = terminal suplai DC

Contohnya, jika PLC menggunakan 24 VDC sebagai sumbernya:

       POWER SUPPLY 24 VDC
       
       L ────────────────┐
                         │
       N ────────────────┤ AC INPUT
                         │
       PE ───────────────┤ Ground
                         │
                    ┌────┴────┐
                    │  24 VDC │
                    │ POWER   │
                    │ SUPPLY  │
                    └────┬────┘
                         │
              ┌──────────┴──────────┐
              │                     │
             +24V                   0V
              │                     │
              └───────► PLC ◄──────┘

Dalam konfigurasi ini, power supply 24 VDC eksternal mengubah sumber AC menjadi tegangan DC yang digunakan PLC.

3. Apa fungsi L, N, dan PE?

L — Line/Phase

L merupakan penghantar fasa pada sistem AC. Pada instalasi AC 220 V, penghantar ini merupakan salah satu penghantar yang membawa tegangan terhadap neutral.

N — Neutral

N merupakan penghantar netral yang menjadi pasangan rangkaian AC dengan L.

PE — Protective Earth

PE adalah penghantar pembumian pengaman. Fungsinya berkaitan dengan keselamatan manusia dan perlindungan peralatan, terutama ketika terjadi gangguan isolasi.

PE bukan sekadar pengganti N dan tidak boleh diperlakukan sebagai penghantar netral.

4. Mengapa PLC membutuhkan power supply?

PLC membutuhkan tegangan listrik yang sesuai agar komponen elektronik di dalamnya dapat bekerja.

Power supply yang baik membantu menyediakan tegangan yang stabil untuk sistem kontrol. Dalam sebuah panel industri, power supply juga biasanya harus dipilih sesuai dengan:

  • Tegangan sumber.
  • Tegangan kerja PLC.
  • Arus yang dibutuhkan.
  • Jumlah sensor dan perangkat DC.
  • Kebutuhan modul input/output.
  • Kondisi lingkungan industri.

Misalnya, sebuah sistem menggunakan 24 VDC untuk PLC dan sensor. Power supply harus memiliki kapasitas yang cukup untuk seluruh beban yang terhubung.

5. Contoh wiring PLC dengan power supply 24 VDC

Untuk pembelajaran siswa SMK, gambaran sederhananya dapat dibuat seperti ini:

        AC 220 V
       L       N
       │       │
       └──┬────┘
          │
     ┌────────────┐
     │ POWER      │
     │ SUPPLY     │
     │ AC → 24VDC │
     └─────┬──────┘
           │
       ┌───┴───┐
       │       │
     +24V     0V
       │       │
       │    ┌──┴─────────┐
       └───►│    PLC     │
            │            │
            │ CPU + I/O  │
            └────────────┘

Dari diagram tersebut dapat dipahami bahwa:

AC 220 V masuk ke power supply → power supply menghasilkan 24 VDC → 24 VDC digunakan untuk PLC dan/atau perangkat DC sesuai desain sistem.

6. Hubungan power supply dengan input dan output PLC

Misalnya kita mempunyai sensor 24 VDC dan PLC dengan input DC.

+24V ─────── Sensor ─────── PLC INPUT
  │
  │
  └───────────────────────── PLC +24V

0V  ──────────────────────── PLC 0V/COM

Ketika sensor aktif, PLC menerima sinyal pada terminal input yang sesuai. CPU kemudian menjalankan program dan menentukan output mana yang harus diaktifkan.

Contoh sederhananya:

Sensor mendeteksi benda → Input PLC ON → Program diproses → Output PLC ON → Motor/solenoid bekerja.

7. Hal penting saat membaca wiring diagram

Ketika melihat wiring diagram PLC, jangan langsung menghubungkan kabel. Biasakan membaca diagram dari sumber listrik menuju beban.

Urutannya dapat dipelajari seperti ini:

Sumber → Pengaman → Power Supply → PLC → Input/Output → Beban

Perhatikan juga simbol dan keterangan terminal pada manual PLC yang sebenarnya digunakan.

⚠️ Keselamatan

Bagian AC 220 V dapat berbahaya dan berisiko menyebabkan sengatan listrik atau kebakaran. Praktik wiring sebaiknya dilakukan dengan sumber listrik dimatikan, menggunakan pengaman yang sesuaikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top