SISTEM KEMASAN OTOMATIS SACHET

Mesin Kemasan Sachet Vertikal Otomatis (VFFS) dari nol, mulai dari pengenalan struktur komponen utama, alur kerja sistem, hingga langkah troubleshooting terpadu saat mesin digunakan.


BAGIAN 1: Anatomi & Komponen Utama Mesin

Untuk membuat atau memahami mesin dari awal, kita harus membaginya menjadi 3 sistem utama:

A. Sistem Struktur Mekanis & Penggerak

  • Frame / Rangka Utama: Biasanya terbuat dari Stainless Steel (SUS 304) agar higienis dan standar pangan (food grade).
  • Collar / Former (Corong Pembentuk): Komponen berbentuk kerah baju yang berfungsi mengubah plastik lembaran datar menjadi tabung silinder.
  • Pulling Roller (Roda Penarik): Roda berbahan karet keras yang menjepit dan menarik plastik ke bawah.
  • Vertical & Horizontal Sealing Jaws (Blok Pemanas): Blok besi kuningan/tembaga yang menjepit plastik untuk merekatkannya. Vertical untuk sambungan belakang, Horizontal untuk sambungan atas-bawah kemasan.
  • Cutter (Pisau Pemotong): Pisau bergerigi yang berada di dalam horizontal sealing jaw untuk memotong antar-kemasan.

B. Sistem Otomasi & Kelistrikan (Otak Mesin)

  • PLC (Programmable Logic Controller): Pengendali utama seluruh gerakan mesin (kapan plastik ditarik, kapan pemanas menjepit, kapan bahan dituangkan).
  • HMI (Human Machine Interface): Layar sentuh tempat operator mengatur panjang plastik, kecepatan mesin, dan menghitung jumlah kemasan yang sudah jadi.
  • Motor Penggerak (Stepper / Servo Motor): Menggerakkan roda penarik plastik dengan presisi tinggi hingga fraksi milimeter.
  • Inverter (VFD): Mengatur kecepatan motor utama secara halus.
  • Photocell Sensor: Sensor optik pembaca eye mark (tanda kotak hitam di pinggir plastik) agar posisi potongan gambar kemasan tidak meleset.
  • Thermo Controller & Thermocouple: Pengatur suhu dan sensor sensor panas untuk menjaga suhu sealing tetap stabil.

C. Sistem Pneumatik (Jika Mesin Menggunakan Tekanan Udara)

  • Silinder Kerja Tunggal/Ganda: Menggerakkan maju-mundur blok pemanas (sealing jaws) dan pisau.
  • Solenoid Valve: Katup elektronik yang diperintah PLC untuk mengalirkan angin kompresor ke silinder pneumatik.
  • FRL Unit (Filter, Regulator, Lubricator): Menyaring air dari kompresor, mengatur tekanan udara, dan melumasi komponen pneumatik.

BAGIAN 2: Alur Kerja Mesin (Sequence of Operation)

memahami urutan logika berjalan dari awal hingga selesai:

  1. Feeding Plastik: Roll plastik berputar \(\rightarrow \) melewati Photocell Sensor \(\rightarrow \) masuk ke Former (membentuk tabung).
  2. Vertical Sealing: Blok pemanas vertikal menjepit dan mengunci bagian belakang plastik (membentuk pipa plastik panjang).
  3. Pulling: Pulling Roller atau Servo menarik pipa plastik ke bawah sepanjang satu ukuran kemasan.
  4. Bottom Sealing & Filling: Blok pemanas horizontal menjepit bagian bawah untuk membuat dasar kantong \(\rightarrow \) Secara bersamaan, corong pengisi (hopper) menjatuhkan produk (bubuk/cairan) ke dalam kantong.
  5. Top Sealing & Cutting: Setelah diisi, blok horizontal menjepit bagian atas kantong (sekaligus menjadi bagian bawah kantong berikutnya) \(\rightarrow \) Cutter bergerak memotong kemasan yang sudah jadi.
  6. Selesai: Produk jatuh ke penampung dan siklus berulang.

1. Uraian Kontak I/O (Input/Output) PLC

Sebelum membuat wiring dan program, kita harus memetakan alamat I/O pada PLC:

Sisi Input (Alamat X):

  • X0: Tombol Start (Push Button NO)
  • X1: Tombol Stop (Push Button NC)
  • X2: Tombol Emergency (NC)
  • X3: Sensor Kedekatan Pembungkus / Photocell Sensor (Membaca tanda potong)
  • X4: Sensor Batas Bahan / Hopper Level Sensor (Mendeteksi jika bahan habis)

Sisi Output (Alamat Y):

  • Y0: Motor Penarik Plastik (Roller Motor)
  • Y1: Solenoid Valve Cylinder Vertical Sealer (Penyegel Panjang)
  • Y2: Solenoid Valve Cylinder Horizontal Sealer & Cutter (Penyegel Lebar + Pisau)
  • Y3: Solenoid Valve Pengisi Produk (Filling/Piston Valve)
  • Y4: Lampu Indikator Jalur/Mesin Run (Green Indicator)
  • Y5: Buzzer / Alarm Error (Red Indicator)

2. Panduan Wiring Diagram (Pengkabelan)

Secara teori dan praktik wiring dibagi menjadi dua bagian utama:

A. Wiring Rangkaian Kontrol (DC 24V – Aman untuk Siswa)

  • Power Supply: Hubungkan terminal +24V dan 0V/GND dari Switching Power Supply ke terminal Power PLC.
  • Wiring Input:
    • Tarik kabel dari +24V menuju ke Tombol Start (X0), Stop (X1), dan Emergency (X2). Output dari tombol masuk ke masing-masing terminal Input PLC.
    • Untuk Sensor Photocell (tipe NPN), kabel cokelat ke +24V, kabel biru ke 0V, dan kabel hitam (Signal) langsung ke terminal X3.
  • Wiring Output (Tipe Relay/Transistor):
    • Hubungkan terminal COM output PLC ke tegangan +24V.
    • Hubungkan terminal Y0, Y1, Y2, Y3 ke kaki (+) Coil Relay universal 24VDC. Kaki (-) Coil Relay dihubungkan ke 0V. Relay ini berfungsi sebagai jembatan (interposing relay) untuk menggerakkan beban besar.

B. Wiring Rangkaian Daya (AC 220V/380V)

  • Kontak NO (Normally Open) dari Relay Y1 dan Y2 digunakan untuk mengalirkan listrik AC 220V menuju Solenoid Valve Pneumatik (penggerak silinder sealer).
  • Kontak NO dari Relay Y0 dihubungkan ke Driver Motor atau Inverter untuk memutar Motor Penarik Plastik.

3. Program LADDER Diagram (Logika Dasar Mesin Kemasan)

Berikut adalah urutan logika (sequence) yang ditulis dalam bentuk Ladder Diagram:

Rung 1: Sistem Start/Stop & Interlock Utama

Logika untuk menghidupkan sistem kontrol mesin dan menguncinya (latching).

text

   X0 (Start)   X1 (Stop)   X2 (Emerg)      M0 (System Run)
---| |-----------|/|---------|/|-------------( )---

   |                                    |
   | M0                                 |
   ---| |--------------------------------

Gunakan kode dengan hati-hati.

Penjelasan: Jika X0 ditekan, Internal Relay M0 aktif dan mengunci diri sendiri. M0 akan mati jika X1 atau X2 ditekan.

Rung 2: Proses Penarikan Plastik & Pembacaan Sensor

Motor penarik plastik berputar hingga sensor pembatas kemasan/photocell mendeteksi tanda potong.

text

   M0          X3 (Photocell)               Y0 (Motor Tarik)
---| |-------------|/|-----------------------( )---

Gunakan kode dengan hati-hati.

Penjelasan: Saat sistem jalan (M0 AKTIF) dan sensor belum melihat tanda hitam (X3 MATI/NC), motor penarik plastik (Y0) akan berputar menarik plastik ke bawah. Begitu tanda hitam terbaca (X3 AKTIF), kontak NC terbuka dan motor Y0 berhenti tepat di posisi potong.

Rung 3: Proses Pengisian Produk (Filling)

Setelah plastik berhenti ditarik, produk dimasukkan ke dalam kantong.

text

   X3 (Photocell)     T1 (Timer Fill)       Y3 (Solenoid Valve Fill)
---| |-----------------|/|-------------------( )---
                                        |
                                        |   T1 (Durasi Isi 1.5 Detik)
                                        ----(TMR T1 K15)

Gunakan kode dengan hati-hati.

Penjelasan: Begitu tanda potong terbaca (X3), katup pengisi (Y3) terbuka untuk menjatuhkan produk. Timer T1 menghitung selama 1.5 detik (K15) untuk membatasi jumlah produk, setelah itu katup menutup kembali.

Rung 4: Proses Penyegelan dan Pemotongan (Sealing & Cutting)

Setelah pengisian selesai, silinder pemanas menjepit plastik untuk menyegel dan memotong.

text

   T1 (Fill Done)     T2 (Timer Seal)       Y1 (Vert Sealer)
---| |-----------------|/|-------------------+---( )
                                            |
                                            +---( Y2 Horiz Sealer/Cut )
                                            |
                                            +---(TMR T2 K20)

Gunakan kode dengan hati-hati.

Penjelasan: Kontak T1 memicu silinder penyegel vertikal (Y1) dan horizontal/pisau (Y2) bekerja bersamaan. Timer T2 menghitung selama 2 detik (K20) untuk memastikan plastik merekat sempurna sebelum rahang pemanas terbuka kembali.


4. Studi Kasus Troubleshooting Berbasis Program PLC

Pahami tantangan logika jika terjadi trouble. Contoh skenario:

  1. Kasus: Motor penarik plastik (Y0) berputar terus tanpa henti dan plastik terbuang.
    • Analisis Program: Lihat Rung 2. Kontak X3 tidak pernah terbuka.
    • Solusi Teknisi: Sensor photocell kotor, jaraknya bergeser, atau kabel sensor ke terminal X3 putus.
  2. Kasus: Mesin jalan tetapi produk tidak mau turun.
    • Analisis Program: Lihat Rung 3. Cek apakah lampu indikator Y3 di PLC menyala.
    • Solusi Teknisi: Jika lampu Y3 di PLC menyala tetapi katup tidak bergerak, masalah ada pada mekanis (solenoid valve terbakar/macet) atau koil relay perantara putus. Jika lampu Y3 mati, sensor X3 atau timer T1 yang bermasalah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top