DASAR LISTRIK KONTROL 24 VDC UNTUK PLC
Tujuan pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan mampu:
- Menjelaskan fungsi sumber 24 VDC.
- Membedakan terminal +24 V dan 0 V.
- Menjelaskan fungsi COM pada input PLC.
- Membaca rangkaian kontrol sederhana.
- Mengukur tegangan 24 VDC menggunakan multimeter.
- Menentukan jalur arus pada rangkaian sensor dan input PLC.
- Melakukan wiring sederhana dengan aman.
1. Apa itu 24 VDC?
24 VDC berarti tegangan sebesar 24 Volt Direct Current (arus searah).
Dalam panel kontrol industri, 24 VDC banyak digunakan untuk:
- Sensor
- Push button
- Input PLC
- Relay kontrol
- Solenoid tertentu
- Lampu indikator
- Perangkat kontrol lainnya
Sumbernya biasanya berasal dari power supply 24 VDC.
Gambaran sederhananya:
AC 220 V
│
▼
┌───────────────┐
│ POWER SUPPLY │
│ 24 VDC │
└───────────────┘
│ │
+24V 0V
│ │
└───┬───┘
│
Rangkaian
kontrol
Jadi power supply mengubah sumber listrik AC menjadi sumber DC yang digunakan oleh rangkaian kontrol.
wiring sumber AC sebaiknya dilakukan dengan pengawasan guru/instruktur yang kompeten. Untuk latihan awal, gunakan rangkaian 24 VDC yang sudah terisolasi dan terlindungi.
2. Mengenal +24 V dan 0 V
Ini adalah konsep yang sangat penting.
+24 V
Ini adalah sisi positif dari sumber DC.
0 V
Ini adalah titik referensi/return dari rangkaian DC.
Sederhananya:
+24 V ────────────────►
BEBAN
0 V ◄─────────────────
Arus mengalir dalam rangkaian tertutup.
Jangan membayangkan 0 V sebagai “tidak ada listrik”; dalam sistem DC, 0 V adalah titik referensi tegangan.
3. Contoh rangkaian paling sederhana
Kita mulai tanpa PLC.
Misalnya sebuah lampu 24 VDC:
+24 V
│
│
┌──┴───┐
│ LAMPU│
└──┬───┘
│
│
▼
0 V
Ketika rangkaian tertutup:
+24 V → Lampu → 0 V
Lampu menyala.
Jika kabel diputus:
+24 V → Lampu → ✕
Lampu mati.
Inilah dasar dari hampir semua rangkaian kontrol.
4. Sekarang kita tambahkan sensor
Misalnya sensor proximity 24 VDC.
+24 V
│
│
┌────▼────┐
│ SENSOR │
│ 24 V │
└────┬────┘
│
OUT
│
▼
0 V
Sensor biasanya memiliki tiga kabel pada sensor DC 3-wire:
Cokelat → +24 V
Biru → 0 V
Hitam → Output
⚠️ Catatan: Warna kabel ini sangat umum pada sensor industri, tetapi siswa harus tetap memeriksa datasheet sensor yang digunakan karena konfigurasi dapat berbeda.
5. Sensor PNP masuk ke PLC
Sekarang kita hubungkan sensor ke PLC.
Contoh sensor PNP:
POWER SUPPLY
24 VDC
+24V
│
├───────────────┐
│ │
│ Brown│
│ ┌──────▼─────┐
│ │ SENSOR │
│ │ PNP │
│ └──────┬─────┘
│ Black
│ │
│ ▼
│ X0 PLC
│
0 V ────────────────┐
│
Blue │
▼
SENSOR
Ketika sensor mendeteksi benda:
Sensor ON
↓
Output sensor ≈ +24 V
↓
Input X0 PLC ON
Jadi:
PNP → memberikan +24 V ke input PLC.
6. Bagaimana mengetahui X0 ON?
Misalnya PLC sedang dimonitor.
Tanpa benda:
Sensor OFF
X0 = OFF
Ketika benda berada di depan sensor:
Sensor ON
X0 = ON
Secara konsep:
Benda
↓
Sensor
↓
Output +24 V
↓
Input X0
↓
PLC mengetahui:
"ADA BENDA!"
Ini adalah salah satu konsep terpenting dalam PLC:
Input PLC adalah mata dan telinga PLC.
PLC menerima informasi dari dunia luar melalui input.
7. Contoh dengan push button
Sekarang kita gunakan push button.
+24 V
│
│
[ PUSH BUTTON ]
│
│
▼
X0 PLC
│
COM
│
0 V
Ketika tombol belum ditekan:
X0 = OFF
Ketika tombol ditekan:
+24 V
↓
Push Button
↓
X0
↓
PLC
X0 = ON
Dengan demikian PLC mengetahui bahwa operator menekan tombol.
8. Hubungan Input dan Output
Sekarang kita buat program paling sederhana.
Misalnya:
INPUT OUTPUT
Push Button Lampu
│ │
▼ ▼
X0 ──── PROGRAM ────► Y0
Ladder-nya:
|----[ X0 ]----------------( Y0 )----|
Artinya:
Jika X0 ON, maka Y0 ON.
Cara kerjanya:
Tombol tidak ditekan
↓
X0 OFF
↓
Y0 OFF
↓
Lampu mati
Ketika tombol ditekan:
Tombol ditekan
↓
X0 ON
↓
Program PLC
↓
Y0 ON
↓
Lampu menyala
Ini adalah program PLC paling dasar, dan sangat bagus untuk latihan pertama
9. Latihan praktik
Praktik 1 — Push Button menyalakan lampu
Komponen:
- Power supply 24 VDC
- PLC
- Push button NO
- Lampu indikator 24 VDC
- Kabel
- Multimeter
Tugas:
Buat sistem:
Push button ditekan → lampu menyala.
Push button dilepas → lampu mati.
Ladder:
|----[ X0 ]----------------( Y0 )----|
Pertanyaan
- Berapa tegangan power supply?
- Apa fungsi +24 V?
- Apa fungsi 0 V?
- Apa fungsi X0?
- Apa fungsi Y0?
- Apa yang terjadi pada X0 ketika tombol ditekan?
- Mengapa Y0 menjadi ON?
- Ke mana arus mengalir ketika tombol ditekan?
10. Latihan yang sedikit lebih menarik
Setelah berhasil, kita naik satu tingkat.
Gunakan:
- X0 = Push Button START
- X1 = Push Button STOP
- Y0 = Motor/indikator RUN
Kemudian kita buat rangkaian Start–Stop dengan self-holding.
Konsepnya:
START
↓
X0
↓
PLC
↓
Y0
↓
Motor ON
Tetapi setelah tombol START dilepas, motor harus tetap ON.
Di sinilah mulai mengenal:
self-holding / seal-in circuit.
Contoh ladder:
|----[/X1]----+----[ X0 ]--------( Y0 )
| |
| +----[ Y0 ]--------|
Ini sudah menjadi langkah penting menuju kontrol motor industri. ⚙️
Kesimpulan Bab 1
Kalau sudah benar-benar memahami empat hal ini:
+24 V → 0 V → Input PLC → Output PLC
maka dasar PLC mereka sudah mulai kuat.
Urutan pemahamannya adalah:
POWER SUPPLY
↓
24 VDC
↓
SENSOR / BUTTON
↓
INPUT PLC
↓
PROGRAM LADDER
↓
OUTPUT PLC
↓
LAMP / RELAY / MOTOR
Semoga bermanfaat terimakasih.