BAB 2 # BELAJAR PLC DASAR AVOMETER

MENGUKUR DAN MEMBACA WIRING 24 VDC DENGAN MULTIMETER

Tujuan pembelajaran

Setelah menyelesaikan bab ini, diharapkan mampu:

  • Mengenali terminal +24 V dan 0 V.
  • Menggunakan multimeter untuk mengukur tegangan DC.
  • Menentukan titik ukur yang benar.
  • Mengetahui apakah power supply menghasilkan 24 VDC.
  • Mengukur tegangan pada sensor dan input PLC.
  • Memahami perbedaan kondisi ON dan OFF.
  • Melakukan pemeriksaan sederhana ketika input PLC tidak ON.

1. Mengenal multimeter

Multimeter adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur beberapa besaran listrik, misalnya:

  • Tegangan
  • Arus
  • Resistansi

Untuk latihan PLC kita terutama menggunakan pengukuran tegangan DC (VDC).

Pada multimeter biasanya terdapat pilihan seperti:

V~
AC Voltage

V⎓
DC Voltage

Untuk sistem PLC 24 VDC, kita memilih DC Voltage, bukan AC Voltage.

⚠️ Keselamatan: untuk latihan gunakan rangkaian 24 VDC yang sudah terisolasi dan memiliki proteksi yang sesuai. Pengukuran bagian AC 220 V sebaiknya dilakukan hanya dengan pengawasan instruktur/guru yang kompeten.


2. Posisi probe multimeter

Umumnya terdapat dua probe:

🔴 Probe merah → terminal V

⚫ Probe hitam → terminal COM

Contoh:

Multimeter

   🔴 MERAH
      │
      │ V
   ┌──┴───────┐
   │ MULTIMETER│
   └──┬───────┘
      │ COM
      │
   ⚫ HITAM

Untuk mengukur tegangan, jangan memasukkan probe merah ke terminal A/mA.

Untuk latihan tegangan 24 VDC:

Merah  → V
Hitam  → COM

3. Mengukur power supply 24 VDC

Sekarang kita lakukan pengukuran paling dasar.

Power Supply 24 VDC

       +24V ────────────────┐
                            │
                         🔴 Probe
                            │
                         MULTIMETER
                            │
                         ⚫ Probe
                            │
       0V ──────────────────┘

Posisi multimeter:

DC Voltage

Probe:

  • Merah → +24 V
  • Hitam → 0 V

Jika power supply normal, pembacaan bisa berada di sekitar:

24 VDC

Nilai aktual dapat sedikit berbeda tergantung power supply dan kondisi sistem.


4. Mengapa probe hitam ke 0 V?

Karena kita membutuhkan titik referensi.

Secara sederhana:

Titik ukur A = +24 V
Titik referensi = 0 V

Tegangan yang dibaca ≈ 24 V

Jadi ketika kita mengatakan:

“Di terminal ini ada 24 V.”

maksudnya adalah:

“Tegangan terminal tersebut sekitar 24 V terhadap 0 V.”

Ini konsep yang sangat penting untuk siswa.


5. Bagaimana jika probe dibalik?

Misalnya:

Merah → 0 V
Hitam → +24 V

Multimeter DC biasanya akan menunjukkan:

−24 V

atau nilai negatif yang mendekati itu.

Tidak berarti power supply rusak.

Artinya:

Polaritas probe terbalik terhadap titik referensi.

Ini latihan yang bagus untuk siswa agar memahami polaritas.


6. Mengukur sensor 24 VDC

Sekarang kita gunakan sensor.

Sensor 3 kabel yang umum:

Brown  → +24 V
Blue   → 0 V
Black  → Output

Kita bisa melakukan tiga pemeriksaan.

Pengukuran pertama

Brown terhadap Blue

Merah → Brown
Hitam → Blue

Hasil yang diharapkan:

≈ 24 VDC

Artinya sensor mendapatkan supply.


Pengukuran kedua

Kita ukur output sensor terhadap 0 V.

Merah → Black
Hitam → Blue

Ketika sensor OFF, pada sensor PNP biasanya output mendekati:

0 V

Ketika sensor ON, output biasanya mendekati:

+24 V

Contohnya:

SENSOR OFF

Black → Blue
≈ 0 V

dan:

SENSOR ON

Black → Blue
≈ 24 V



 mulai bisa melihat hubungan langsung antara sensor ON/OFF dan teg

7. Menghubungkan sensor ke input PLC

Misalnya sensor PNP:

+24 V
  │
  │ Brown
  ▼
┌──────────┐
│ Sensor   │
│   PNP    │
└────┬─────┘
     │ Black
     │
     ▼
    X0 PLC

Blue
  │
  ▼
  0 V

Ketika sensor OFF:

Output sensor ≈ 0 V
       ↓
      X0
       ↓
   PLC = OFF

Ketika sensor ON:

Output sensor ≈ 24 V
       ↓
      X0
       ↓
   PLC = ON

8. Latihan pengukuran yang sangat bagus untuk siswa

Saya sarankan guru membuat tabel seperti ini.

KondisiTitik ukurHasil yang diharapkan
Power supply+24 V → 0 V≈ 24 V
Sensor OFFOUT → 0 V≈ 0 V*
Sensor ONOUT → 0 V≈ 24 V*
Input PLCX0 → 0 Vsesuai desain input

* Untuk sensor PNP yang umum. Selalu cocokkan dengan datasheet dan konfigurasi PLC yang digunakan.

Siswa kemudian mengisi hasil pengukuran sebenarnya.

Misalnya:

Power supply = 24,1 V
Sensor OFF   = 0,2 V
Sensor ON    = 23,8 V

Dengan demikian siswa tidak hanya membaca teori, tetapi belajar mengumpulkan data dari rangkaian nyata.


9. Troubleshooting sederhana

Ini bagian yang sangat berguna untuk siswa SMK. 🔧

Misalnya:

Sensor ON tetapi X0 PLC tetap OFF.

Jangan langsung menyimpulkan PLC rusak.

Kita lakukan pemeriksaan dari sumber menuju PLC.

Langkah 1

Ukur:

+24 V → 0 V

Apakah sekitar 24 V?

Tidak?

→ Periksa power supply dan wiring.

Ya?

→ Lanjut.

Langkah 2

Ukur supply sensor:

Brown → Blue

Apakah sekitar 24 V?

Tidak?

→ Periksa kabel/supply sensor.

Ya?

→ Lanjut.

Langkah 3

Ukur output sensor:

Black → Blue

Sensor ON tetapi hasil hanya 0 V?

→ Periksa sensor, konfigurasi, atau wiring.

Jika output sekitar 24 V:

→ Lanjut ke input PLC.

Langkah 4

Ukur input PLC:

X0 → 0 V

Jika sekitar 24 V tetapi monitor PLC menunjukkan X0 OFF:

→ Periksa konfigurasi/common input dan wiring terminal PLC.

Dengan metode ini siswa belajar prinsip:

Jangan menebak kerusakan. Ukur dan buktikan.


10. Latihan praktik Bab 2

Praktik: Pemeriksaan sensor PNP 24 VDC

Peralatan:

  • PLC
  • Power supply 24 VDC
  • Sensor PNP 3-wire
  • Multimeter
  • Kabel
  • Benda logam sebagai objek sensor

Tugas siswa

A. Ukur power supply:

+24 V → 0 V

Catat hasil.

B. Ukur supply sensor:

Brown → Blue

Catat hasil.

C. Sensor OFF:

Black → Blue

Catat hasil.

D. Sensor ON:

Black → Blue

Catat hasil.

E. Amati X0 pada PLC.

Catat:

Sensor OFF → X0 = ?
Sensor ON  → X0 = ?

Soal evaluasi

  1. Apa fungsi power supply 24 VDC?
  2. Apa fungsi terminal +24 V?
  3. Apa fungsi 0 V?
  4. Probe multimeter merah dipasang pada terminal apa ketika mengukur tegangan?
  5. Mengapa probe hitam biasanya ditempatkan pada COM?
  6. Apa yang terjadi jika probe merah dan hitam tertukar?
  7. Pada sensor PNP, berapa kira-kira tegangan output ketika sensor ON?
  8. Apa hubungan output sensor dengan input X0?
  9. Jika sensor mendapatkan 24 V tetapi output-nya tidak berubah ketika mendeteksi benda, apa saja yang perlu diperiksa?
  10. Mengapa troubleshooting sebaiknya dilakukan dengan pengukuran, bukan hanya berdasarkan dugaan?

Inti Bab 2

Saya ingin siswa mengingat satu pola sederhana:

POWER SUPPLY
     │
     ▼
  +24 V / 0 V
     │
     ▼
   SENSOR
     │
     ▼
 OUTPUT SENSOR
     │
     ▼
  INPUT PLC
     │
     ▼
   X0 ON/OFF

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top