BAB 8 # BELAJAR PLC DASAR MEMBACA WIRING DIAGRAM PANEL

MEMBACA WIRING DIAGRAM PANEL PLC DARI AWAL

1. Apa itu wiring diagram?

Wiring diagram adalah gambar yang menunjukkan bagaimana komponen-komponen listrik saling terhubung.

Untuk panel PLC, diagram dapat menunjukkan:

  • Sumber listrik
  • Proteksi
  • Power supply
  • PLC
  • Terminal
  • Sensor
  • Push button
  • Relay
  • Kontaktor
  • Solenoid
  • Motor
  • Ground/protective earth
  • Jalur kontrol

Sederhananya:

SUMBER
  ↓
PROTEKSI
  ↓
POWER SUPPLY
  ↓
PLC
  ↓
INPUT / OUTPUT
  ↓
PERALATAN KONTROL
  ↓
MESIN

2. Jangan melihat wiring diagram sebagai kabel yang rumit

Ketika teknisi melihat panel seperti:

┌─────────────────────────────┐
│       CONTROL PANEL         │
│                             │
│ MCB  PSU  PLC  RELAY        │
│  │    │    │     │          │
│  │    │    │     │          │
│  └────┴────┴─────┴──────────│
│                             │
│ Terminal Block              │
└─────────────────────────────┘

jangan langsung mencoba mengikuti semua kabel sekaligus.

Gunakan pendekatan:

Baca dari sumber → distribusi → input → proses → output → beban.


3. Bagian pertama: sumber listrik

Dalam panel industri dapat terdapat lebih dari satu level tegangan.

Misalnya:

Sumber
  │
  ├── AC → rangkaian daya
  │
  └── Power supply → 24 VDC kontrol

Untuk latihan dasar PLC, kita fokus terlebih dahulu pada:

24 VDC control circuit.


4. Power supply 24 VDC

Konsepnya:

        POWER SUPPLY
       ┌─────────────┐
 AC ──►│             │
       │    24 VDC   │
       └───┬─────┬───┘
           │     │
         +24V    0V
           │     │
           ▼     ▼
        CONTROL CIRCUIT

Dari sini 24 VDC dapat digunakan untuk:

  • PLC
  • Sensor
  • Relay
  • Solenoid tertentu
  • Lampu indikator
  • Perangkat kontrol lainnya

Catatan: bagian input AC power supply harus dikerjakan dengan prosedur keselamatan yang sesuai. Untuk latihan siswa, kita bisa fokus pada sisi 24 VDC.


5. PLC memiliki INPUT dan OUTPUT

Ini adalah bagian yang harus langsung dikenali teknisi.

             PLC
     ┌─────────────────┐
     │                 │
     │ INPUT   OUTPUT  │
     │ X0 X1    Y0 Y1  │
     │                 │
     └─────────────────┘
        ▲          │
        │          ▼
      SENSOR      RELAY

INPUT

PLC menerima informasi.

Contohnya:

Push button → X0
Sensor      → X1
Limit switch → X2

OUTPUT

PLC memberikan perintah.

Contohnya:

Y0 → Relay
Y1 → Solenoid
Y2 → Lampu

6. Contoh wiring input PLC

Misalnya sensor PNP:

+24 V
  │
  ├───────────────┐
  │               │
  │            SENSOR
  │               │
  │               └──── OUT ──── X0
  │
  └─────────────────────────────

0 V ───────────────────────────── COM*

* COM harus mengikuti konfigurasi input PLC yang digunakan. Tidak semua PLC memiliki konfigurasi COM yang sama.

Inilah alasan teknisi harus membaca terminal diagram PLC, bukan hanya melihat bentuk fisiknya.


7. Contoh input dengan push button

Misalnya:

+24 V
  │
  │
[ START ]
  │
  └──────────── X0

Ketika tombol ditekan:

+24 V
 ↓
START
 ↓
X0
 ↓
PLC melihat ON

Secara sederhana:

START OFF → X0 OFF

START ON  → X0 ON

8. Cara membaca nomor kabel

Pada panel industri, kabel biasanya diberi nomor atau label.

Contoh:

+24V
 │
 │ 101
 ▼
Sensor
 │
 │ 102
 ▼
X0

Jangan menganggap angka tersebut sama pada semua panel.

Nomor kabel merupakan identitas yang ditentukan oleh desain panel/drawing.

Jadi ketika teknisi melihat:

Wire 102

dia dapat mencari kabel 102 di bagian lain dari diagram.

Ini sangat membantu ketika panel mempunyai ratusan kabel.


9. Terminal block

Terminal block adalah tempat penghubung antara wiring panel dan wiring menuju mesin/field device.

Contoh:

PLC
 │
 ▼
┌──────────────┐
│ TERMINAL     │
│ BLOCK        │
│              │
│ X0 ── TB01 ── Sensor
│ X1 ── TB02 ── Sensor
│ Y0 ── TB03 ── Relay
└──────────────┘

Jadi teknisi tidak perlu membuka semua wiring PLC untuk memeriksa sensor.

Dia dapat melakukan pemeriksaan pada terminal field yang sesuai.


10. Output PLC menuju relay

Misalnya:

PLC Y0
  │
  ▼
Relay Coil
  │
  ▼
0 V

Ketika Y0 aktif:

Y0 ON
 ↓
Relay coil ON
 ↓
Kontak relay berubah

Kemudian kontak relay dapat digunakan untuk mengendalikan rangkaian berikutnya, sesuai rating dan desainnya.


11. Relay menuju kontaktor

PLC
 ↓
Y0
 ↓
Relay
 ↓
Kontak Relay
 ↓
Coil Kontaktor
 ↓
Kontaktor ON

Ketika kontaktor ON, kontak daya dapat menghubungkan beban motor sesuai rancangan.


12. Gambaran panel secara lengkap

Sekarang kita gabungkan semuanya.

                 PANEL PLC
┌───────────────────────────────────────────┐
│                                           │
│  POWER                                    │
│  ┌────────┐                               │
│  │ SUPPLY │── +24V ────────────┐          │
│  └────────┘                    │          │
│       │ 0V                     │          │
│       │                        │          │
│       ▼                        ▼          │
│    ┌────────────────────────────────┐     │
│    │              PLC               │     │
│    │                                │     │
│    │ INPUT                  OUTPUT  │     │
│    │ X0 X1 X2              Y0 Y1   │     │
│    └──┬──┬──┬───────────────┬──┬───┘     │
│       │  │  │               │  │         │
│       ▼  ▼  ▼               ▼  ▼         │
│    SENSOR SENSOR PB        RELAY SOLENOID │
│                               │           │
│                               ▼           │
│                           CONTACTOR       │
│                               │           │
└───────────────────────────────┼───────────┘
                                ▼
                              MOTOR

Inii adalah gambaran besar panel kontrol PLC.


13. Bagaimana teknisi membaca diagram ketika mesin rusak?

Misalnya operator berkata:

“Conveyor tidak jalan.”

Teknisi jangan langsung membongkar motor.

Ikuti jalurnya.

Pertama — apakah PLC mendapat perintah?

Periksa:

START → X0

Apakah X0 berubah?

Kedua — apakah PLC memberikan output?

Periksa:

X0 → Program → Y0

Apakah Y0 ON?

Ketiga — apakah relay bekerja?

Y0 → Relay

Keempat — apakah kontaktor bekerja?

Relay → Kontaktor

Kelima — apakah motor mendapatkan kondisi yang diperlukan?

Kontaktor → rangkaian daya → Motor

Dengan demikian kita mencari titik pertama di mana urutan berhenti.


14. Contoh troubleshooting berdasarkan wiring diagram

Misalnya:

START
  ↓
X0 = ON
  ↓
Program PLC
  ↓
Y0 = ON
  ↓
Relay = ON
  ↓
Kontaktor = OFF  ← MASALAH DI SINI
  ↓
Motor = OFF

Maka teknisi tidak perlu memeriksa sensor lagi.

Sensor dan PLC sudah memberikan perintah.

Fokus pemeriksaan:

  • Wiring relay → kontaktor
  • Tegangan coil kontaktor
  • Proteksi rangkaian kontrol
  • Interlock
  • Kondisi coil
  • Terminal/konektor

Inilah manfaat besar wiring diagram.


15. Membaca diagram dengan metode “ikuti jalur”

Saya sarankan siswa diberi stabilo tiga warna:

🟦 Biru = Input

🟩 Hijau = Logika PLC

🟥 Merah = Output

Contoh:

🟦 SENSOR
    ↓
🟦 X0
    ↓
🟩 PROGRAM PLC
    ↓
🟥 Y0
    ↓
🟥 RELAY
    ↓
🟥 KONTAKTOR
    ↓
🟥 MOTOR

Secara visual siswa akan lebih cepat memahami aliran sistem.


16. Latihan membaca wiring diagram

Berikan kepada siswa sebuah gambar panel yang sederhana dan tanyakan:

Pertanyaan 1

Dari mana sensor mendapatkan supply?

Pertanyaan 2

Sensor masuk ke input PLC nomor berapa?

Pertanyaan 3

Output mana yang mengaktifkan relay?

Pertanyaan 4

Relay mengaktifkan perangkat apa?

Pertanyaan 5

Apa yang terjadi jika X0 tidak pernah ON?

Pertanyaan 6

Jika Y0 ON tetapi kontaktor tidak bekerja, bagian mana yang diperiksa?

membaca diagram seperti teknisi, bukan sekadar menghafal simbol.


17. Simbol yang perlu dikuasai

Untuk tahap awal, tidak perlu menghafal ratusan simbol.

Mulai dari:

  • Power supply
  • Fuse/MCB
  • Switch
  • Push button
  • Sensor
  • Relay
  • Kontaktor
  • Coil
  • NO
  • NC
  • Terminal
  • PLC input
  • PLC output
  • Motor
  • Ground/protective earth

Setelah itu baru masuk ke simbol yang lebih kompleks.


18. Satu prinsip penting untuk teknisi pabrik

memahami kalimat ini:

“Wiring diagram adalah peta. AVO meter adalah alat untuk membuktikan kondisi nyata di lapangan.”

Keduanya harus digunakan bersama.

WIRING DIAGRAM
      ↓
Menentukan:
"Seharusnya ke mana?"
      ↓
AVO METER
      ↓
Membuktikan:
"Yang sebenarnya terjadi apa?"

Ini menurut saya salah satu kemampuan paling penting bagi teknisi maintenance.


Praktik Bab 8 — Membaca Panel dari Awal

Untuk praktik siswa/teknisi, buat panel latihan sederhana:

24 VDC
  │
  ▼
[POWER SUPPLY]
  │
  ▼
[PLC]
 │       │
 │       └──── Y0 → Relay → Lampu
 │
 ├──── X0 ← Push Button
 │
 └──── X1 ← Sensor

Kemudian berikan satu gangguan yang sengaja dibuat, misalnya:

  • Kabel sensor dilepas.
  • Terminal longgar.
  • Fuse kontrol putus.
  • Relay tidak bekerja.
  • Output PLC tidak aktif.

Tugas teknisi:

Baca diagram → tentukan titik ukur → ukur → temukan gangguan → laporkan penyebab.

Ini sudah sangat dekat dengan pekerjaan maintenance technician di pabrik.


Dan ini adalah fondasi yang sangat penting untuk teknisi pabrik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top