MESIN PEMILAH BARANG OTOMATIS

Program LADDER pada mesin industri


1. Langkah Pertama: Menentukan Alokasi I/O (Input/Output)

Sebelum membuat program, seorang teknisi harus mendaftarkan alamat (addressing) setiap komponen ke dalam PLC. Ini seperti menentukan nomor punggung pemain.

Komponen INPUT (Alamat Sensor & Tombol):

  • X0 = Tombol START (Tombol untuk menyalakan sistem)
  • X1 = Tombol STOP (Tombol untuk mematikan sistem)
  • X2 = Sensor Fotoelektrik (Mendeteksi barang tinggi)
  • X3 = Reed Switch Belakang (Sensor posisi silinder saat mundur penuh / Home)
  • X4 = Reed Switch Depan (Sensor posisi silinder saat maju penuh / End)

Komponen OUTPUT (Alamat Solenoid Valve & Motor):

  • Y0 = Motor Konveyor (Penggerak ban berjalan)
  • Y1 = Solenoid A (Memicu katup agar silinder bergerak MAJU)
  • Y2 = Solenoid B (Memicu katup agar silinder bergerak MUNDUR)

Catatan: Kode X dan Y biasanya digunakan pada PLC Mitsubishi/Delta. Jika menggunakan PLC Omron menggunakan angka seperti 0.00 (Input) dan 100.00 (Output), namun logikanya tetap 100% sama!


2. Memahami 2 Kontak Dasar PLC

Bagi siswa SMK/BLK, kunci utama Ladder Diagram hanya ada dua kontak ini:

  1. NO (Normally Open / -| |--): Kondisinya seperti saklar lampu di rumah yang sedang mati. Jika sensor/tombol ditekan/aktif, kontak ini akan menutup dan mengalirkan arus.
  2. NC (Normally Closed / -|/|--): Kondisinya semula sudah tersambung. Jika sensor/tombol ditekan/aktif, kontak ini justru akan terputus (membuka). Biasanya digunakan untuk tombol STOP atau pembatas (interlock).

3. Tampilan Program Ladder Diagram & Penjelasannya

Berikut adalah visualisasi program Ladder Diagram beserta penjelasan logikanya baris demi baris (Rung):

Rung 0: Menyalakan Konveyor (Sistem Pengunci / Latching)

   START       STOP      Internal Relay (Sistem Aktif)
---| X0 |---|/ X1 |---------------( M0 )
     |

     |   M0  |
  ---|   |---|
     
   Internal Relay          Motor Konveyor
---|   M0   |---------------------( Y0 )
  • Cara Membaca Logikanya:
    Ketika Tombol START (X0) ditekan, arus mengalir melewati Tombol STOP (X1, karena NC langsung tembus) dan menyalakan Internal Relay M0 (M0 adalah memori internal PLC untuk menandakan sistem aktif).
    Kontak NO M0 di bawah X0 berfungsi sebagai pengunci. Jadi saat tombol START dilepas, M0 tetap menyala. Ketika M0 aktif, Motor Konveyor (Y0) ikut berputar membawa barang.

Rung 1: Proses Silinder Mendorong Barang (Maju)

 Sistem Aktif   Sensor Tinggi   Reed Blkng     Solenoid B       Solenoid A (Maju)
---|   M0   |------| X2 |---------| X3 |--------|/ Y2 |------------( Y1 )
  • Cara Membaca Logikanya:
    Jika sistem aktif (M0 ON), ada barang tinggi lewat sehingga Sensor Aktif (X2 ON), dan posisi silinder dipastikan sedang berada di belakang (X3 ON), serta Solenoid B sedang mati (NC Y2), maka Solenoid A (Y1) akan menyala.
    Udara akan masuk ke silinder dan membuat piston bergerak maju mendorong barang.

Rung 2: Proses Menarik Silinder Kembali (Mundur)

 Sistem Aktif   Sensor Depan   Solenoid A       Solenoid B (Mundur)
---|   M0   |------| X4 |--------|/ Y1 |------------( Y2 )
  • Cara Membaca Logikanya:
    Ketika silinder sudah maju mentok, pantat piston akan mengenai Reed Switch Depan (X4 ON). Di saat yang sama, program akan mematikan Solenoid A (sehingga NC Y1 kembali tersambung). Kondisi ini memicu Solenoid B (Y2) untuk menyala.
    Udara berpindah arah dan silinder bergerak mundur ke posisi semula secara otomatis.

4. Tips Mengajar untuk Instruktur BLK & Guru SMK

Agar siswa lebih cepat paham saat praktikum di laboratorium elektro-pneumatik:

  1. Simulasikan Tanpa Angin Terlebih Dahulu: Seringkali siswa takut karena suara desisan angin pneumatik. Biarkan mereka mentransfer program ke PLC, jalankan konveyor, lalu uji sensor dengan tangan. Perhatikan apakah lampu LED pada Solenoid Valve menyala bergantian (Y1 lalu Y2). Jika elektriknya sudah benar, baru buka kran udara kompresor.
  2. Gunakan Fitur “Force/Modify Value”: Di software PLC (seperti CX-Programmer atau GX Works), ajarkan siswa cara melakukan Force ON/OFF pada kontak secara online untuk melihat perubahan jalannya arus fiktif hijau di layar laptop.
  3. Tanamkan Konsep Interlock (Saling Mengunci): Perhatikan kontak |/ Y2| di Rung 1 dan |/ Y1| di Rung 2. Itu adalah Interlock. Fungsinya agar Solenoid A dan Solenoid B tidak bisa menyala bersamaan. Jika menyala bersamaan, katup pneumatik akan macet/stuck dan kumparan solenoid bisa terbakar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top