PENUNDA WAKTU


1. Mengenal Instruksi Timer di PLC

Sebelum masuk ke diagram, siswa perlu tahu cara menulis instruksi Timer. Secara umum, format penulisan Timer pada PLC adalah:

TIM [Nomor_Timer] [Nilai_Waktu]

  • Nomor Timer: Misalnya T0 (Timer nomor 0).
  • Nilai Waktu: Menggunakan satuan mili-detik (miliseconds) atau per sepuluh detik tergantung merk PLC.
    • Pada PLC Omron/Mitsubishi: Nilai K20 atau #20 berarti 2 detik (karena 20 x 0,1 detik = 2 detik).
  • Cara Kerja Kontak Timer: Kontak NO (-| |--) milik Timer T0 baru akan menutup (mengalirkan arus) setelah hitungan waktunya habis.

2. Perubahan Skenario Kerja Mesin (Dengan Jeda 2 Detik)

[Silinder Maju Mentok] ➔ [Sensor Depan Aktif] ➔ [Timer Hitung Mundur 2 Detik] ➔ [Waktu Habis] ➔ [Silinder Mundur Otomatis]

3. Modifikasi Program Ladder Diagram (Ditambah Timer)

Kita hanya perlu mengubah dan menambah sedikit bagian pada Rung 2 (proses mundur) dan menyelipkan instruksi Timer di antaranya.

Rung 0 & Rung 1: (Tetap Sama Seperti Sebelumnya)

(Rung 0 untuk menyalakan konveyor, Rung 1 untuk membuat silinder maju saat ada barang tinggi).

Rung 2: Mengaktifkan Timer Saat Silinder Mentok di Depan (BARU)

 Sistem Aktif   Sensor Depan (Mentok)          Instruksi Timer 2 Detik
---|   M0   |------| X4 |---------------------[ TIM 0 K20 ]
  • Cara Membaca Logikanya:
    Ketika silinder sudah maju maksimal dan mengenai Reed Switch Depan (X4 aktif), maka arus listrik akan menyalakan Timer T0. Timer akan mulai menghitung mundur selama 2 detik (K20). Selama 2 detik ini, silinder tetap menahan posisi di depan.

Rung 3: Proses Mundur Setelah Timer Selesai Menghitung (MODIFIKASI)

 Sistem Aktif   Kontak Timer T0   Solenoid A       Solenoid B (Mundur)
---|   M0   |------|   T0   |--------|/ Y1 |------------( Y2 )
  • Cara Membaca Logikanya:
    Setelah hitungan 2 detik selesai, kontak NO T0 otomatis akan menutup (ON). Karena kontak menutup, arus mengalir untuk mengaktifkan Solenoid B (Y2). Udara bertekanan langsung berpindah arah dan silinder pun bergerak mundur kembali ke posisi awal.

4. Panduan Troubleshooting Khusus untuk Fitur Timer

Ketika menambahkan Timer, ada beberapa potensi masalah baru yang sering dihadapi teknisi atau siswa saat praktikum. Berikut tabel solusinya:

Gejala Masalah (Symptom)Kemungkinan Penyebab (Cause)Solusi Praktis (Remedy)
Silinder maju, lalu langsung mundur tanpa jeda (Timer tidak berfungsi).1. Salah menuliskan alamat kontak di Rung 3 (bukan menggunakan kontak T0).
2. Nilai waktu (K) diatur terlalu kecil (misal ditulis K1 atau K0).
1. Cek kembali diagram tangga, pastikan saklar di Rung 3 adalah kontak NO dengan alamat T0.
2. Perbaiki nilai konstanta waktu menjadi K20 (untuk 2 detik).
Silinder maju, diam di depan selamanya, dan Timer tidak mau menghitung.Reed Switch Depan (X4) bergeser sehingga lampu LED sensor mati saat piston mentok di depan.Geser posisi fisik Reed Switch di bodi silinder hingga lampu LED-nya menyala saat piston berada di posisi paling depan. Timer hanya akan menghitung jika X4 terus menyala.
Waktu jeda berubah-ubah atau tidak akurat.Terjadi Double Coil (Nomor Timer T0 digunakan dua kali di tempat lain dalam program yang sama).Lakukan Compile/Check Program pada software PLC. Pastikan nomor nomor T0 hanya digunakan untuk satu instruksi Timer saja.

Tips Edukasi untuk Siswa SMK & BLK:

Ajak siswa untuk mencoba mengubah-ubah nilai K pada software PLC mereka (misal dari K20 ke K50 atau 5 detik) secara online edit. Hal ini akan memberikan gambaran visual yang sangat jelas kepada mereka bagaimana baris kode di komputer bisa langsung mengendalikan kecepatan dan ritme pergerakan mesin mekanis di dunia nyata.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top