Berikut adalah penjelasan teknis mengenai gas Argon yang digunakan pada neon sign konvensional untuk menghasilkan warna biru dan hijau.
Pada sistem neon sign kaca tradisional, gas Argon murni sebenarnya memancarkan cahaya biru pucat yang sangat redup. Untuk menghasilkan warna biru yang cerah atau warna hijau, industri menggunakan kombinasi tiga elemen: Gas Argon, sedikit tetesan Merkuri (air raksa), dan lapisan bubuk fosfor (phosphor coating) di bagian dalam tabung kaca.
1. Bagaimana Warna Biru Dihasilkan?
- Komponen: Tabung kaca bening + Gas Argon + Merkuri + Lapisan Fosfor Biru.
- Cara Kerja:
- Ketika trafo memberikan tegangan tinggi, arus listrik melewati gas Argon dan memanaskan merkuri di dalam tabung hingga menguap.
- Uap merkuri yang teraliri listrik ini memancarkan radiasi sinar ultraviolet (UV) yang tidak kasat mata.
- Sinar UV tersebut menghantam lapisan bubuk fosfor warna biru yang menempel di dinding dalam kaca.
- Fosfor merespons dengan berpendar (fluorescent) dan memancarkan cahaya biru cerah yang tajam ke luar tabung.
2. Warna Hijau Dihasilkan ?
- Komponen: Tabung kaca bening (atau kuning) + Gas Argon + Merkuri + Lapisan Fosfor Hijau (atau Kuning).
- Cara Kerja:
- Metode 1 (Kaca Bening): Menggunakan prinsip yang sama dengan warna biru, namun bubuk fosfor yang dilapisi di dalam tabung diganti dengan fosfor hijau. Sinar UV dari merkuri akan memicu fosfor tersebut memancarkan cahaya hijau.
- Metode 2 (Kaca Kuning/Kaca Warna): Kadang-kadang pabrikan menggunakan tabung kaca yang fisiknya sudah berwarna kuning murni, lalu diisi gas Argon+Merkuri dengan fosfor biru. Secara teori warna, cahaya biru yang keluar menembus kaca kuning akan menghasilkan pendaran warna hijau neon yang sangat kontras dan terang.
3. Perhitungan Tegangan untuk Gas Argon
Bagi teknisi, penting untuk mengetahui perbedaan sifat elektrikal gas Argon dibandingkan gas Neon (Merah):
- Voltase Lebih Rendah:
- Gas Argon yang dicampur merkuri memiliki hambatan listrik yang lebih rendah daripada gas Neon murni.Untuk panjang tabung yang sama, gas Argon membutuhkan tegangan (kV) yang lebih kecil (lihat kembali tabel referensi pada pembahasan sebelumnya).
- Sensitif terhadap Suhu Dingin
- Karena mengandalkan penguapan merkuri, lampu Argon sangat sensitif terhadap suhu dingin atau angin kencang di gedung tinggi. Pada cuaca yang sangat dingin, merkuri bisa mengendap kembali menjadi cair, menyebabkan lampu terlihat redup atau berkedip di area ujung tabung.
- Pastikan trafo yang digunakan memiliki safety margin voltase yang cukup untuk menjaga kestabilan lompatan arus saat cuaca ekstrem.