BAB 4 # BELAJAR PLC DASAR CARA PENGUKURAN TEHNISI

MEMBACA DAN MENGGUNAKAN AVO METER UNTUK TEKNISI

1. Apa itu AVO meter?

AVO meter adalah alat ukur listrik.

AVO berasal dari:

  • A = Ampere → arus
  • V = Volt → tegangan
  • O = Ohm → resistansi/tahanan

Sekarang banyak teknisi menggunakan multimeter digital, tetapi istilah AVO meter masih sangat umum digunakan.

Untuk teknisi pemula, jangan langsung mempelajari semua fungsi. Kita mulai dari empat pengukuran paling penting:

  1. Tegangan DC — VDC
  2. Tegangan AC — VAC
  3. Resistansi — Ω
  4. Continuity — buzzer/beep

2. Mengenal bagian dasar multimeter

Contoh sederhana:

        ┌───────────────────┐
│ DISPLAY │
│ 24.0 V │
│ │
│ SELECTOR │
│ ◉ │
│ │
│ COM VΩ A │
└───┬────┬────┬─────┘
│ │ │
🔵 🔴u

Biasanya:

🔴 Merah → V/Ω

⚫ Hitam → COM

Untuk mengukur tegangan dan resistansi.

Catatan penting: susunan terminal berbeda antar-merek multimeter. Selalu perhatikan simbol pada alat yang digunakan.


3. Mengukur tegangan DC

Ini adalah pengukuran yang sangat sering dilakukan pada:

  • PLC 24 VDC
  • Aki kendaraan
  • Sistem kelistrikan kendaraan
  • Sensor DC
  • Power supply
  • Relay

Pilih:

VDC / V⎓

Kemudian:

🔴 Merah → titik yang ingin diukur
⚫ Hitam → titik referensi/negatif

Contoh aki 12 V

🔴 → (+) Aki
⚫ → (−) Aki

Display:
≈ 12 V

Jika kendaraan menggunakan sistem 12 V dan aki dalam kondisi baik, tegangan aktual tidak harus tepat 12,00 V; hasil pengukuran bergantung pada kondisi aki dan apakah mesin sedang hidup.


4. Mengukur 24 VDC PLC

Untuk power supply PLC:

🔴 → +24 V
⚫ → 0 V

Display:
≈ 24 VDC

Kalau terbaca misalnya:

23,8 V

itu bukan berarti otomatis rusak. Kita harus membandingkan dengan spesifikasi power supply dan kondisi bebannya.

Prinsip teknisi:

Jangan menilai kerusakan hanya dari satu angka. Bandingkan dengan spesifikasi dan kondisi rangkaian.


5. Mengukur tegangan AC

Untuk tegangan AC pilih:

VAC / V~

Contohnya pada sumber AC rumah atau panel.

Namun untuk siswa pemula saya sangat menyarankan:

Latihan pertama cukup dengan tegangan rendah yang aman.

Pengukuran tegangan jaringan listrik PLN harus dilakukan oleh orang yang kompeten dengan prosedur keselamatan yang benar.

Kesalahan memilih mode atau terminal multimeter saat mengukur tegangan berbahaya dapat menyebabkan hubung singkat, kerusakan alat, percikan, atau cedera serius.


6. Mengukur resistansi — Ω

Sekarang kita masuk ke Ohm.

Resistansi menunjukkan seberapa besar komponen menghambat arus listrik.

Contoh:

   🔴       🔵
   │         │
   └──[ RESISTOR ]──┘

Display:
100 Ω

⚠️ Aturan sangat penting

Jangan mengukur resistansi pada rangkaian yang masih mendapat tegangan.

Sebelum mengukur Ω:

POWER OFF
   ↓
Pastikan tidak ada tegangan
   ↓
Baru ukur Ω

Ini harus menjadi kebiasaan siswa.


7. Continuity / buzzer

Mode continuity biasanya memiliki simbol seperti:

))) atau simbol speaker/buzzer, tergantung multimeter.

Fungsinya untuk memeriksa apakah jalur listrik tersambung.

Contohnya kabel:

Probe 🔴 ───── KABEL ───── 🔵 Probe

Jika kabel tersambung:

BEEP! 🔊

Jika kabel putus:

Tidak beep.

Namun bunyi beep bukan berarti “semua rangkaian pasti bagus”. Itu hanya menunjukkan kondisi kontinuitas sesuai ambang alat.


8. Contoh pemeriksaan kabel kendaraan

Misalnya lampu tidak menyala.

Teknisi jangan langsung mengganti lampu.

Kita bisa memeriksa:

Baterai
  ↓
Fuse
  ↓
Switch
  ↓
Kabel
  ↓
Lampu
  ↓
Ground

Kemudian kita telusuri satu per satu.

Ini disebut troubleshooting berdasarkan aliran listrik.


9. Memeriksa fuse

Fuse dilepas terlebih dahulu.

Pilih:

Continuity

Kemudian ukur kedua kaki fuse.

🔴 ──[ FUSE ]── 🔵

Fuse baik:

BEEP 🔊

Fuse putus:

TIDAK BEEP

Tetapi jangan hanya mengganti fuse dengan yang lebih besar.

Misalnya fuse asli 10 A, jangan diganti dengan 20 A hanya karena fuse sering putus.

Fuse harus sesuai spesifikasi sistem.


10. Mengukur sensor kendaraan

Di sini perlu berhati-hati karena tidak semua sensor kendaraan bekerja seperti sensor PNP/NPN industri.

Misalnya ada sensor yang mempunyai:

  • Supply
  • Ground
  • Signal

Contoh umum sensor 3-wire:

       SENSOR
    ┌───────────┐
    │           │
    │           │
    └───────────┘
       │ │ │
       │ │ └── Signal
       │ └──── Ground
       └────── Supply

Tetapi warna kabel dan tegangan tidak boleh ditebak.

Gunakan:

Wiring diagram + datasheet + hasil pengukuran.

Ini prinsip penting bagi teknisi.


11. Contoh troubleshooting sensor

Misalnya sensor tidak bekerja.

Jangan langsung berkata:

“Sensornya rusak.”

Gunakan urutan:

        SENSOR TIDAK BEKERJA
                 ↓
          Periksa SUPPLY
                 ↓
           Apakah ada?
          ↙            ↘
       TIDAK             YA
        ↓                 ↓
   Periksa supply    Periksa GROUND
                          ↓
                     Baik atau tidak?
                          ↓
                     Periksa SIGNAL
                          ↓
                    Analisis hasil

Ini cara berpikir teknisi yang baik.


12. Kesalahan AVO meter yang sering dilakukan pemula

Kesalahan 1 — Salah memilih mode

Mau mengukur 24 VDC tetapi multimeter berada pada Ω.

Jangan dilakukan.

Kesalahan 2 — Salah memasukkan probe

Probe merah masih berada di terminal A, kemudian digunakan untuk mengukur tegangan.

Ini dapat menyebabkan masalah serius tergantung rangkaian dan desain multimeter.

Biasakan:

Mengukur V:
Merah → V/Ω
Hitam → COM

Kesalahan 3 — Mengukur Ω pada rangkaian hidup

Jangan.

Matikan sumber terlebih dahulu dan pastikan rangkaian tidak bertegangan.

Kesalahan 4 — Menganggap semua sensor sama

Sensor PLC PNP/NPN berbeda dengan banyak sensor kendaraan.

Kesalahan 5 — Mengandalkan warna kabel

Warna kabel membantu, tetapi bukan pengganti wiring diagram/datasheet.


13. Metode emas troubleshooting

Teknisi mengingat metode ini:

S — U — K — A

S = Supply

Apakah sumber listrik tersedia?

U = Ukur

Berapa tegangan/resistansinya?

K = Kabel/Koneksi

Apakah kabel, konektor, ground, fuse, dan terminal baik?

A = Analisis

Dari hasil pengukuran, bagian mana yang sebenarnya bermasalah?

SUPPLY
  ↓
UKUR
  ↓
KABEL/KONEKSI
  ↓
ANALISIS
  ↓
KESIMPULAN

Dengan cara ini teknisi tidak bekerja berdasarkan tebakan.


14. Latihan untuk teknisi pemula

Saya sarankan dibuat latihan sederhana menggunakan 24 VDC, karena sangat cocok sebagai jembatan antara PLC dan kelistrikan kendaraan.

Latihan A

Ukur:

+24 V → 0 V

Catat hasil.

Latihan B

Ukur sebuah kabel menggunakan continuity.

Catat:

Beep = ?
Tidak beep = ?

Latihan C

Berikan sebuah resistor dengan nilai yang diketahui.

Ukur Ω.

Bandingkan:

Nilai teori vs nilai pengukuran.

Latihan D

Berikan sensor PNP.

Ukur:

Supply
Output OFF
Output ON

Siswa membuat tabel:

PengukuranOFFON
Supply sensor… V… V
Output sensor… V… V
Input PLC X0OFFON

Ini sangat bagus untuk melatih membaca data, bukan sekadar menghafal teori.


Untuk teknisi di daerah yang fasilitasnya terbatas

Tidak semua tempat mempunyai alat praktik lengkap.

Untuk pembelajaran dasar, sebenarnya kita bisa mulai dengan:

1 multimeter + 1 power supply 24 VDC + beberapa kabel + push button + lampu kecil/LED yang sesuai + satu sensor, sudah cukup untuk membuat banyak latihan dasar.

Yang paling penting bukan mahalnya alat, tetapi cara berpikir ketika melakukan pengukuran.

Tidak harus langsung memiliki PLC mahal. Mereka bisa terlebih dahulu belajar:

TEGANGAN
   ↓
POLARITAS
   ↓
KONTINUITAS
   ↓
RESISTANSI
   ↓
SENSOR
   ↓
INPUT
   ↓
PLC

semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top