BAB 5 # BELAJAR PLC DASAR TROUBLE SHOOTING

TROUBLESHOOTING DENGAN AVO METER

Tujuan pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, siswa/teknisi diharapkan mampu:

  • Menentukan pengukuran yang tepat untuk suatu masalah.
  • Memeriksa supply, ground, kabel, sensor, dan input PLC.
  • Membedakan masalah supply dengan masalah sensor.
  • Memeriksa sensor PNP dan NPN.
  • Melakukan pemeriksaan dasar sensor kendaraan.
  • Menemukan kabel putus atau koneksi buruk.
  • Membuat kesimpulan berdasarkan hasil pengukuran.

1. Prinsip utama troubleshooting

Misalnya sebuah mesin tidak bekerja.

Kesalahan yang sering dilakukan pemula:

“Mungkin sensornya rusak.”

Kemudian sensor diganti.

Ternyata masalahnya adalah kabel putus.

Teknisi yang baik bekerja secara sistematis:

        MASALAH
           ↓
        SUPPLY
           ↓
         GROUND
           ↓
          KABEL
           ↓
         SENSOR
           ↓
       INPUT PLC
           ↓
        PROGRAM
           ↓
         OUTPUT
           ↓
          BEBAN

Jangan melompat-lompat.


2. Kasus pertama — PLC tidak menyala

Misalnya PLC mati total.

Jangan langsung mengatakan PLC rusak.

Kita mulai dari:

Langkah 1 — Periksa supply

Gunakan VDC.

🔴 → +24 V
⚫ → 0 V

Jika:

≈ 24 V

→ supply kemungkinan tersedia, lanjut pemeriksaan.

Jika:

0 V

→ cari masalah pada power supply, fuse, kabel, atau sumber masuknya.


3. Kasus kedua — PLC hidup, tetapi sensor tidak terbaca

Misalnya:

Sensor → X0 PLC

Sensor mendeteksi benda, tetapi X0 tetap OFF.

Kita periksa secara berurutan.

A. Periksa supply sensor

Brown → Blue

Hasil:

≈ 24 V

Berarti sensor mendapatkan supply.

B. Periksa output sensor

Untuk sensor PNP yang umum:

Black → Blue

Sensor OFF:

≈ 0 V

Sensor ON:

≈ 24 V

C. Periksa X0

Ukur titik input sesuai konfigurasi PLC.

Jika output sensor berubah tetapi X0 tidak berubah:

Periksa kabel antara sensor dan PLC serta konfigurasi/common input PLC.


4. Kasus ketiga — Sensor PNP

Kita gunakan contoh sederhana:

+24 V
  │
  ▼
 SENSOR PNP
  │
  │ OUT
  ▼
 X0 PLC
  │
  ▼
 0 V

Sensor OFF

Output ≈ 0 V
X0 = OFF

Sensor ON

Output ≈ 24 V
X0 = ON

Jika sensor ON tetapi output tetap 0 V:

Kemungkinan yang perlu diperiksa:

  • Supply sensor
  • Ground sensor
  • Sensor
  • Wiring output
  • Objek tidak berada pada jarak sensing yang benar

Jangan langsung mengganti sensor.


5. Kasus keempat — Sensor NPN

Untuk NPN:

+24 V
  │
  ▼
 INPUT PLC
  │
  ▼
 SENSOR NPN
  │
  ▼
 0 V

Ketika sensor ON, transistor output menghubungkan rangkaian menuju 0 V.

Hal yang sangat penting:

Wiring input PLC untuk PNP dan NPN tidak boleh disamakan begitu saja.

Kita harus melihat diagram input PLC dan terminal COM.

Ini adalah alasan siswa perlu memahami datasheet sebelum memasang sensor.


6. Kasus kelima — Kabel putus

Misalnya sensor sebenarnya bagus, tetapi PLC tidak menerima sinyal.

Kita curiga kabel.

Matikan sumber terlebih dahulu sebelum menggunakan mode continuity.

Kemudian:

Sensor OUT ───────────── X0 PLC

Lakukan pemeriksaan kontinuitas sesuai prosedur dan pastikan rangkaian tidak bertegangan.

Jika:

BEEP 🔊

jalur mempunyai kontinuitas.

Jika:

Tidak beep

ada kemungkinan jalur terputus.

Namun perlu diperhatikan bahwa continuity tidak selalu membuktikan kabel mampu membawa arus beban dengan baik. Untuk masalah koneksi yang intermittent atau resistansi kontak tinggi, pemeriksaan tambahan diperlukan.


7. Kasus keenam — Kabel tidak putus, tetapi koneksi buruk

Ini sering terjadi pada kendaraan dan instalasi.

Contohnya:

Kabel ─── konektor ─── sensor
             ↑
        koneksi buruk

Secara continuity mungkin masih beep.

Tetapi ketika rangkaian bekerja, tegangan dapat turun karena tahanan kontak yang tinggi.

Karena itu teknisi perlu mengenal voltage drop test.


8. Voltage Drop Test

Ini salah satu teknik yang sangat berguna untuk teknisi kendaraan dan listrik.

Misalnya sebuah kabel seharusnya membawa tegangan.

Jangan hanya mengukur:

+24 V → 0 V

Kita juga dapat mengukur perbedaan tegangan pada kabel/koneksi ketika rangkaian sedang bekerja.

Secara sederhana:

Supply ─── kabel ─── beban
           ↑
       titik yang
       diperiksa

Jika terdapat drop tegangan yang tidak semestinya pada kabel atau koneksi, berarti ada kemungkinan:

  • Kabel rusak
  • Terminal longgar
  • Korosi
  • Konektor buruk
  • Resistansi kontak terlalu tinggi

Ini sangat berguna untuk kendaraan.


9. Kasus kendaraan — mesin sulit hidup

Misalnya siswa menemukan kendaraan sulit hidup.

Jangan langsung mengganti sensor CKP.

Gunakan pola:

Baterai
   ↓
Supply ECU
   ↓
Ground
   ↓
Fuse
   ↓
Wiring
   ↓
Sensor
   ↓
Signal
   ↓
ECU

Untuk sensor kendaraan, jenis sinyal harus diketahui terlebih dahulu.

Ada sensor yang menghasilkan:

  • Tegangan analog
  • Pulsa digital
  • Frekuensi
  • Perubahan resistansi
  • Sinyal AC dari sensor tertentu

Jadi AVO meter harus digunakan sesuai karakter sensor.


10. Sensor kendaraan 3 kabel

Contoh umum:

       SENSOR
    ┌───────────┐
    │           │
    └───────────┘
       │ │ │
       │ │ └── SIGNAL
       │ └──── GROUND
       └────── SUPPLY

Teknisi perlu mencari tahu:

Mana supply?

Mana ground?

Mana signal?

Jangan menentukan berdasarkan warna kabel saja.

Gunakan:

  1. Wiring diagram.
  2. Datasheet.
  3. Informasi sistem kendaraan.
  4. Pengukuran.

11. Pemeriksaan ground

Ini sering dianggap sepele.

Padahal ground yang buruk dapat menyebabkan banyak gejala aneh.

Misalnya:

Supply = baik
Sensor = baik
Kabel = baik
Tetapi ground = buruk

Akibatnya sensor atau ECU dapat bekerja tidak normal.

Untuk siswa, tanamkan pemahaman:

Rangkaian listrik membutuhkan jalur lengkap. Tegangan supply saja tidak cukup.


12. Kasus instalasi listrik

Untuk teknisi listrik instalasi, prinsip troubleshooting juga sama.

Misalnya lampu tidak menyala:

SUMBER
  ↓
PROTEKSI
  ↓
SAKLAR
  ↓
KABEL
  ↓
LAMPU
  ↓
RETURN

Teknisi dapat menelusuri dari sumber menuju beban.

Tetapi untuk instalasi tegangan jaringan, prosedur keselamatan harus menjadi prioritas. Siswa pemula jangan melakukan pengukuran langsung pada tegangan berbahaya tanpa pengawasan instruktur yang kompeten dan alat ukur yang sesuai kategori keselamatannya.


13. Membuat “peta pengukuran”

Ini metode yang sangat bagus untuk siswa.

Misalnya rangkaian:

+24 V
  │
  A
  │
 SWITCH
  │
  B
  │
 SENSOR
  │
  C
  │
 INPUT PLC
  │
  D
  │
 0 V

Kemudian siswa mengukur titik:

A → B → C → D

dan mencatat hasil.

Dengan cara ini mereka belajar mencari:

Di titik mana sinyal berhenti?

Itulah inti troubleshooting.


14. Tabel troubleshooting

GejalaPemeriksaan pertama
PLC matiSupply
Sensor matiSupply + ground
Sensor ON tetapi PLC OFFOutput sensor → wiring → input
Fuse putusCari penyebab sebelum mengganti
Lampu tidak menyalaSupply → switch → kabel → lampu
Motor tidak bekerjaSupply kontrol → interlock → output → kontaktor
Sensor kendaraan tidak terbacaSupply → ground → signal sesuai jenis sensor
Sinyal tidak stabilKoneksi, ground, kabel, sensor, gangguan

15. Latihan kasus untuk siswa

Sekarang kita buat seperti ujian praktik teknisi.

Kasus:

Sensor PNP terpasang pada X0.

Ketika benda mendekat:

  • Sensor menunjukkan indikator ON.
  • Tetapi X0 PLC tetap OFF.

Siswa harus mencari penyebabnya.

Data:

Supply sensor = 24 V
Output sensor = 24 V
X0 PLC         = 0 V

Pertanyaan:

Di mana kemungkinan masalahnya?

Siswa harus berpikir:

Sensor ✔
Supply ✔
Output ✔
       ↓
Jalur menuju X0 ?
       ↓
Wiring / terminal / COM / konfigurasi input

Inilah latihan berpikir teknisi.


16. Prinsip yang harus diingat

Sahabatku, saya ingin bagian ini menjadi semacam kode etik kecil bagi teknisi pemula:

Jangan berkata:

“Sepertinya sensornya rusak.”

Sebelum melakukan pengukuran.

Lebih baik berkata:

“Saya akan mengukur supply, ground, output, dan jalur sinyal terlebih dahulu.”

Kemudian:

Ukur → Catat → Bandingkan → Analisis → Simpulkan.


Tugas Bab 5

Siswa dapat diberikan sebuah rangkaian sederhana:

24 VDC
  │
Push Button
  │
 X0 PLC
  │
Program
  │
 Y0
  │
Lampu
  │
 0 V

Guru sengaja membuat satu gangguan, misalnya:

  • Kabel X0 dilepas.
  • Supply sensor dilepas.
  • Ground dilepas.
  • Push button rusak.
  • Kabel output putus.

Siswa harus menemukan gangguan hanya berdasarkan pengukuran dan pengamatan.

Dengan demikian siswa belajar menjadi teknisi, bukan sekadar operator. 🔧


Penutup Bab 5

Kalau kita lihat perjalanan materi kita sekarang:

BAB 1
Dasar 24 VDC
      ↓
BAB 2
Pengukuran dengan AVO
      ↓
BAB 3
Sensor + PNP/NPN
      ↓
BAB 4
AVO Meter untuk Teknisi
      ↓
BAB 5
Troubleshooting
      ↓
       ?

Terima kasih

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top