OUTPUT PLC, RELAY, KONTAKTOR, DAN INSTALASI MOTOR
1. Gambaran sistem secara keseluruhan
Sebelum masuk ke wiring, siswa perlu melihat gambaran besarnya:
┌──────────┐
│ SENSOR │
└────┬─────┘
│
▼
┌──────────┐
│ INPUT PLC│
│ X0 │
└────┬─────┘
│
▼
┌──────────┐
│ PROGRAM │
│ LADDER │
└────┬─────┘
│
▼
┌───────────┐
│ OUTPUT PLC│
│ Y0 │
└─────┬─────┘
│
▼
┌──────┐
│ RELAY│
└──┬───┘
│
▼
┌───────────┐
│ KONTAKTOR │
└─────┬─────┘
│
▼
MOTOR
Inilah hubungan antara input, PLC, dan output.
2. Mengapa kita menggunakan relay?
Output PLC tidak selalu boleh langsung mengendalikan semua beban.
Misalnya PLC ingin mengendalikan:
- Kontaktor
- Solenoid valve
- Lampu
- Buzzer
- Relay tambahan
Relay dapat digunakan sebagai perantara/penguat interface dan pemisah rangkaian kontrol, sesuai ratingnya.
Konsepnya:
PLC
│
│ sinyal kontrol
▼
RELAY
│
│ kontak relay
▼
BEBAN
Namun relay juga mempunyai batas arus dan tegangan. Rating kontak harus sesuai dengan beban dan aplikasinya.
3. Relay secara sederhana
Relay dapat kita bayangkan memiliki dua bagian:
Coil
Bagian elektromagnet.
A1 ───── COIL ───── A2
Ketika coil mendapatkan tegangan:
COIL ON
↓
Medan magnet terbentuk
↓
Kontak berubah posisi
Kontak
Contohnya:
COM
│
├──── NO
│
└──── NC
- COM = common
- NO = Normally Open
- NC = Normally Closed
4. Kondisi relay OFF
Ketika coil belum diberi tegangan:
RELAY OFF
COM ─────── NC
X
NO
Kontak NO belum tersambung.
5. Kondisi relay ON
Ketika coil diberi tegangan:
RELAY ON
COM ─────── NO
Kontak NO menjadi terhubung.
Jadi PLC dapat menggunakan relay untuk mengendalikan rangkaian lain.
6. Output PLC mengaktifkan relay 24 VDC
Contoh konsep:
PLC
┌──────────┐
│ │
│ Y0 ───┼─────────┐
│ │ │
│ COM ───┼───┐ │
└──────────┘ │ │
│ COIL
│ RELAY
│ │
└─────┘
Catatan: bentuk wiring output berbeda-beda tergantung apakah output PLC berupa relay, transistor sourcing/sinking, dan bagaimana COM output dirancang. Jadi diagram terminal PLC yang sebenarnya harus selalu mengikuti manual pabrikan.
7. Relay mengendalikan kontaktor
Sekarang kita naik satu tingkat.
PLC
│
▼
RELAY
│
▼
COIL KONTAKTOR
│
▼
KONTAKTOR MENARIK
│
▼
KONTAK DAYA BERUBAH
│
▼
MOTOR BEKERJA
Di sini mulai memahami bahwa PLC tidak harus langsung membawa daya motor.
PLC memberikan perintah kontrol.
Kontaktor melakukan switching daya motor sesuai desain sistem.
8. Apa itu kontaktor?
Kontaktor adalah perangkat switching elektromagnetik yang dirancang untuk mengendalikan beban seperti motor, sesuai ratingnya.
Secara sederhana:
KONTAKTOR
┌──────────────┐
│ COIL │
│ ↓ │
│ ┌───────┐ │
│ │ CONTACT│ │
│ └───────┘ │
└──────────────┘
Ketika coil aktif:
COIL ON
↓
Kontak utama berubah
↓
Beban dapat diberi daya
9. Rangkaian kontrol dan rangkaian daya
Ini sangat penting.
Kita pisahkan menjadi dua bagian.
A. Rangkaian kontrol
Misalnya:
24 VDC
│
▼
Sensor
│
▼
PLC
│
▼
Relay
│
▼
Coil kontaktor
B. Rangkaian daya
SUMBER DAYA
│
▼
PROTEKSI
│
▼
KONTAKTOR
│
▼
MOTOR
Jadi jangan mencampuradukkan:
rangkaian kontrol dengan rangkaian daya.
10. Contoh sistem conveyor sederhana
Sekarang kita buat contoh yang sangat cocok untuk tehnisi
Komponen:
- Power supply 24 VDC
- PLC
- Sensor PNP
- Push button START
- Push button STOP
- Relay/interface jika diperlukan
- Kontaktor
- Motor conveyor
- Perangkat proteksi motor yang sesuai
Alur kerja:
BENDA
↓
SENSOR
↓
X0
↓
PLC
↓
Y0
↓
RELAY
↓
KONTAKTOR
↓
MOTOR
↓
CONVEYOR
11. Contoh ladder sederhana
Untuk awal, kita buat sangat sederhana:
|----[ X0 ]----------------( Y0 )----|
Artinya:
Jika sensor X0 ON, output Y0 ON.
Kemudian Y0 mengaktifkan rangkaian kontrol kontaktor sesuai desain.
12. Menambahkan START dan STOP
Kemudian kita buat rangkaian yang lebih realistis:
|----[/X1]----+----[ X0 ]--------( Y0 )
| |
| +----[ Y0 ]--------|
Misalnya:
- X0 = START
- X1 = STOP
- Y0 = perintah RUN
Ketika START ditekan:
START
↓
X0 ON
↓
Y0 ON
↓
Kontaktor aktif
↓
Motor berjalan
Kemudian kontak Y0 digunakan sebagai self-holding sesuai logika program.
Ketika STOP ditekan:
STOP
↓
X1 memutus logika
↓
Y0 OFF
↓
Kontaktor OFF
↓
Motor berhenti
13. Tambahkan sensor untuk keselamatan proses
Sekarang sistem menjadi lebih menarik.
Misalnya conveyor membawa benda.
START
↓
MOTOR ON
↓
CONVEYOR BERJALAN
↓
SENSOR MENDETEKSI BENDA
↓
PLC MEMPROSES
↓
OUTPUT
↓
MOTOR / SOLENOID
Dari sini mulai bisa membuat mini project industri.
14. Keselamatan yang harus ditanamkan
Bagian ini sangat penting,
Untuk latihan PLC, sebaiknya memulai dari 24 VDC.
Untuk motor dan rangkaian daya yang menggunakan tegangan berbahaya:
- Gunakan pengaman yang sesuai.
- Gunakan kontaktor dengan rating yang tepat.
- Gunakan proteksi motor yang sesuai.
- Pastikan grounding/protective earth sesuai instalasi.
- Gunakan emergency stop sesuai kebutuhan keselamatan mesin.
- Jangan melakukan pengukuran tegangan berbahaya tanpa kompetensi dan pengawasan yang tepat.
- Selalu lakukan isolasi sumber energi sebelum pekerjaan wiring/maintenance yang mengharuskannya.
Instruktur harus memastikan memahami prosedur keselamatan sebelum praktik rangkaian daya.
15. Latihan praktik Bab 6
Saya sarankan latihan dibuat bertingkat.
Praktik 1
Push Button
↓
X0 PLC
↓
Y0
↓
Lampu 24 V
Tujuannya:
Input → program → output.
Praktik 2
X0
↓
Y0
↓
Relay
↓
Lampu
Tujuannya:
PLC → relay → beban.
Praktik 3
X0
↓
PLC
↓
Y0
↓
Relay/interface
↓
Kontaktor
↓
Motor
Tujuannya:
PLC → relay → kontaktor → motor.
Praktik 3 sebaiknya dilakukan setelah memahami wiring, proteksi, dan prosedur keselamatan.
Kesimpulan Bab 6
Kita harus memahami satu hal besar:
INPUT
Sensor / Button
↓
↓
PLC
↓
PROGRAM
↓
OUTPUT
↓
Relay / Interface
↓
Kontaktor
↓
Motor